27 May 2009

Tentang Netbook

Netbook. Sebuah laptop yang di"kompress" menjadi lebih kecil, ringan, dan murah, didesain untuk berkomunikasi secara nirkabel. Tidak seperti notebook, netbook mempunyai diagonal layar yang lebih kecil antara 7" sampai 10", sehingga berukuran lebih kecil dan lebih mudah dibawa kemana-mana. Harddisk yang digunakan juga berkapasitas kecil dan tidak konvensional tapi menggunakan Flash-harddisk. Jadi teknologi yang digunakan sama dengan flash-disk, yang lebih ringan dan memerlukan sedikit tenaga, bahkan lebih tahan banting. Kapasitas yang kecil dari harddisk hanya cukup untuk digunakan untuk menginstall OS dan aplikasi penunjang komunikasi lain, semisal Yahoo!Mesenger, browser, dsb, saja. Untuk keperluan aplikasi berat lain (semisal potoshop, game PC, dll) tidak cukup. Kalau pada notebook dipasang optical drive, pada netbook drive tersebut dihilangkan. Benar-benar pengurangan berat dan ukuran. Toh hanya digunakan untuk komunikasi, jadi buat apa optical drive? Karena aplikasi di dalam hanya aplikasi ringan saja, maka RAM-nya pun dibuat pas pasan saja, untuk menekan harga. Juga prosesor yang digunakan pun mempunyai clock-speed yang rendah pula. Jadilah sebuah "Laptop" communicator yang lebih kecil, lebih ringan, dan lebih murah, tapi mampu memenuhi kebutuhan akan komunikasi.
Dilihat dari tren alat komunikasi saat ini, yang mengutamakan koneksi via internet, Netbook seolah-seolah digunakan untuk mengganti ataupun menyaingi Ponsel bisnis. Kelemahan-kelemahan yang ada pada ponsel bisnis yang ada mampu "ditambal" oleh netbook ini. Mungkin masih ada yang mempermasalahkan ukuran netbook yang relatif lebih besar daripada ponsel bisnis pada umumnya. Tetapi pada kenyataannya ada juga ponsel bisnis yang mempunyai ukuran sama dengan netbook, sama-sama berdiagonal layar 7". Jadi tidak begitu masalah dengan selisih ukuran yang sedikit itu.
Memang sih, netbook tetap saja sebuah komputer yang tidak bisa digunakan untuk menelpon, tapi kalau dilihat Ponsel bisnis saat ini juga tetap ponsel, tidak bisa lebih atraktif dan interaktif jika digunakan untuk browsing ataupun berkomunikasi via internet lainnya. Sebenarnya tidak nyaman juga menelpon menggunakan ponsel bisnis yang berukuran besar dan lebih berat juga. Untuk memecahkan masalah netbook yang tidak bisa digunakan untk menelpon, setidaknya kita bisa membeli sebuah ponsel biasa yang digunakan untuk menelpon. Jadi keduanya bisa bekerja optimal. Dengan begitu kita bahkan bisa juga menelpon sambil browsing. Tidak nyaman juga kan, di saat kita sedang asyik browsing via ponsel tiba-tiba ada telepon masuk?
Sudah banyak beredar ponsel bisnis yang kemampuanya hampir menyamai netbook, dari segi interface, fitur, dan fleksibilitas aplikasi yang dapat di install di dalamnya, tapi dengan harga yang lebih mahal dari pada netbook. Kalau ponsel bisnis tersebut berharga 5 juta, netbook hanya sekitar 3 jutaan. Mengupgrade OS nya juga sulit, tidak sembarang orang bisa.

21 May 2009

Karirku

Mekanik. Salah satu jenis profesi yang bisa dibilang cukup berat. Tapi kalau buat aku sih berat atau ringan itu relatif. Karena hal itu bisa dilatih.
Profesi ini sudah kutentukan sejak aku lulus SMP dan memutuskan untuk masuk ke sebuah STM di Yogyakarta dengan jurusan Otomotif. Dan sekarang aku baru memulai karir sebagai mekanik salah satu dealer alat berat di Indonesia. Lulus STM langsung meniti karir ini sebagai trainee mechanic.
Selama ini aku belum pernah merasa tidak cocok atau tidak betah dengan pekerjaanku saat ini. Walaupun setingan awalnya menjadi mekanik kendaraan ringan, tapi toh tetap mekanik juga, berhadapannya dengan mesin, oli dan baut. Cuman bedanya di dealer alat berat ini pekerjaannya relatif lebih berat.
Di sini jenjang karir yang ditempuh dari trainee mechanic, mechanic, technician 1, technician 2, technician 3, sampai level technician tertinggi, technician 4, diatur dengan jelas oleh perusahaan. Besar gaji yang diterima perbulan ditentukan oleh level kita. Semakin tinggi semakin besar tentunya.
Untuk saat ini, harapan saya sebagai trainee mechanic hanya satu, lulus tes dan masuk ke jenjang berikutnya, mechanic. Dan buat rekan kerja saya entah itu sesama trainee atau senior mechanic dan technician agar mau berbagi ilmu walaupun sebenarnya kita bersaing. Dan alhamdulillah selama ini demikian adanya. Bersaing oke, tapi kerja sama jalan terus. Kelak kalau saya sudah menjadi technician level 4 saya berharap bisa terus berprestasi di sini dan mampu berbagi ilmu dengan junior maupun sesama senior. Ayo kawan! Semnagat! Dan jangan lupa Safety First! Berangkat utuh, pulang juga utuh!