31 October 2011

Nightmare

Senin, 24 Oktober 2011. Mungkin di pagi hari itu aku untuk pertama kalinya aku bangun pagi dan langsung tertawa geli dan merasa (doh) banget. Kok bisa bangun tidur langsung ketawa? Karena aku mengalami  sebuah mimpi buruk yang sangat bikin depresi bila itu beneran terjadi. Kok bisa, mimpi buruk malah ketawa? Karena... ini siapa sih tanyatanya terus!? Baca aja kenapa!?

Gini nih, mimpinya. Aku jadi anggota fotografernya NatGeo Indonesia. Wuih! Keren kan? itu salah satu impianku selain jadi engineer. Di dalam mimpi itu, aku anggota baru. Tapi sudah dipercaya berangkat ke Afrika untuk mengambil foto seekor hiu dari dekat. Wuih! Bayangin tuh! Aku punya perlengkapan kamera bawah air yang harganya selangit itu! Kapan bisa punya beneran ya? Selesai mengambil foto, karena tempatnya di pinggir pantai yang berkoral dan berkarang tajam, aku dan seorang fotografer lain (cewek kalau tidak salah) dijemput menggunakan helikopter. Anehnya, aku dan fotografer itu tidak dinaikkan ke dalam cabin, hanya digantung dengan sebuah tali di luar heli. Memacu adrenalin banget deh pokoknya!

Sesampai di base-camp, aku taruh tas berisi kamera dan perlengkapannya di dalam sebuah ruangan, tanpa memeriksanya terlebih dahulu dan segera keluar karena ada salah seorang tim yang lagi ulang tahun. Ikut meramaikan gitu. Anehnya lagi, kok orangnya bisa jadi banyak banget, padahal pahamku itu cuma base-camp sementara yang digunakan untuk tim pengambil  foto hiu tersebut. Lebih anehnya lagi, kebanyakan orang-orang yang rame itu wajahnya tidak asing semua karena kalau di kehidupan nyata, mereka adalah orang-orang Trakindo. Salah seorang temanku (orang Trakindo dan ngekost di sebelah kamarku) menyuruhku mengambil kamera dan foto-foto bersama. Aku merasa oh, iya, ide bagus. Aku kembali ke dalam ruangan di mana aku menaruh kameraku dan mengambil tasnya. Dan ternyata kameraku tidak di dalam tas itu! Deg! Mungkin wajahku di dalam mimpi itu langsung pucat pasi. Seingatku pada saat di jemput dari pantai aku lupa mengancingkan tasku sehingga kameranya terjatuh. Panik, sedih, nggak tahu harus ngapain, aku cuma mengobrak abrik seisi ruangan itu, berharap kameraku ketemu tapi aku juga tahu pasti tidak akan ketemu karena sudah terjatuh entah di mana. Rasanya seperti kehilangan separuh jiwa (buset deh bahasanya...). Sperti seorang marinir kehilangan senapannya. Seperti seorang koki kehilangan spatulanya. Seperti seorang fotografer kehilangan kameranya (lah, memang....). Depresi banget pokoknya.

Aku pun kembali ke tempat teman-teman ngumpul, bilang ke temanku yang tadi kalau kameraku hilang, terjatuh pada saat kembali dari laut. Aku cuma duduk dan merasa kacau, tertekan, sedih, pokoknya campur aduk deh! Stres total pokoknya! Dan terasa nyata sekali seperti aku benar-benar kehilangan kameraku. Di awal karirku sebagai fotografer NatGeo Indonesia, aku harus kehilangan kamera kesayanganku. Tiba-tiba aku membuka mata dan refleks memandang ke arah lemari tempat aku menyimpan kameraku dan segera sadar bahwa itu cuma mimpi. Aku langsung tertawa (tapi cuma pelan, tidak sampai terbahak-bahak) sambil menempuk jidatku, sadar bahwa kameraku tidak hilang dan masih tersimpan rapi di dakam dry box-nya. Rasanya seperti dikerjain. Langsung bangun ternyata udah jam 05.00 a.m dan langsung ambil air wudhu dan sholat subuh.

Begitu ceritanya aku bangun tidur langsung tertawa. Mungkin baru kali ini aku bangun tidur langsung tertawa. Seingatku sebelumnya belum pernah.

30 October 2011

A Little Bit Change In My Bathroom and Behind My Backdoor

Well, sudah semingguan ini aku punya kamar mandi baru. Bukan baru semuanya sih, cuma ada "sedikit" perubahan. Bak mandinya tidak ada digantikan dengan sebuah ember raksasa yang menurutku lebih terlihat seperti sumur, saking besarnya. Kalau dilihat volume ember ini lebih besar dibandingkan dengan bak mandi yang lama, karena bak mandi yang lama hanya berukuran kecil. Mungkin 50cm x 50 cm. Memang kamar mandi konsep minimalis :) (bilang aja kamar mandinya kecil....).

Semula berawal pada suatu malam, malam ahad tanggal (waduh! mau liat kalender tapi tertutup alas kasur... Kasurnya lagi dijemur sih...) 22 Oktober 2011, habis sholat isya' seminggu yang lalu. Saat sedang berjalan pulang dari musholla, tiba-tiba bapak kost menepuk bahuku dari belakang. Beliau bilang kamar mandinya ada yang bocor sehingga merembes ke lantai bawah tepat di kamar mandi lantai 1 (kamar kost ku berada di lantai dua, di bawahnya kamar mandi kamar kost lantai 1). Aku menyetujuinya dan bertanya kapan akan dimulai. Beliau bilang besok Ahad pagi. Betul juga, pagi-pagi sekitar jam 7.30 a.m, mulai terdengar hantaman palu dari arah kamar mandiku. Dari pagi hingga sore selesai pekerjaan membongkar kamar mandi plus lantainya. Puing-puingnya dibiarkan berserakan di belakang rumah, di depan pintu belakang.

3 hari penuh kamar mandiku tidak efektif, tidak bisa digunakan. Jadi kalau mau mandi atau bahkan sekerdar buang air kecil harus numpang dulu di kamar sebelah. Kamar sebelah juga teman sendiri jadi enak saja. Akhirnya kemarin hari rabu, 26 September 2011 kamar mandiku sudah bisa digunakan. Semennya sudah kering dan bapak kost sudah membelikan ember raksasanya. Awalnya aku kira nggak enak mandi dll menggunakan ember untuk penampungan airnya meskipun embernya besar. Tapi ternyata ada segi positifnya juga. Selain volume air yang ditampung semakin banyak, kalau nyuci baju juga lebih enak karena lebih luas. Tapi sampai sekarang efek sampingnya belakang rumah jadi tampak kumuh dan berantakan karena puing-puing kamar mandi lama belum juga dibersihkan.

16 October 2011

Buber 3E SMP N 1 Bantul Angkatan '05

Foto ini diambil kemarin aku cuti. Hari Sabtu, 27 Agustus 2011 anak-anak ngadain buber. Bertempat di RM Bantul Ayam di jalan Parangtritis, 20 orang berkumpul meramaikan acara buber tersebut. Bahkan ada yang baru mudik dari banten langsung menuju lokasi. Belum sempat istirahat, apalagi mandi langsung ke lokasi membawa ransel yang besar, demi kumpul bersama teman. Seharusnya 1 kelas ada 40 orang tapi cuma 20 yang datang. Ada yang memang tidak bisa karena ada acara, ada yang karena tidak bisa pulang terlalu larut, ada yang tidak bisa hadir karena suatu hal yang sulit dijelaskan. Tapi kebanyakan loose contact, nggak punya nomer hp ataupun akun fesbuk. Meskipun cuma 20 orang, tapi tetap seru. Ada acara tukar kadonya juga. Aku dapat novel tinlit judulnya Obsesi Cinta Sang Primadona. Tapi sayang, bukunya malah ketinggalan di Bantul, nggak kebawa ke sini.

Kalau pulang cuti kebanyakan kumpulnya sama temen-temen SMP. Banyak hal-hal indah dan menyenangkan terjadi di masa-masa SMP. Orang-orangnya juga menyenangkan sih. Ada juga yang nyebelin tapi tetep ngangenin. Next aku cuti kita kumpul-kumpul lagi guys! 

Timika Seminggu Ini

Moshi moshi! Dah sekian lama nggak update Blog. Terakhir kapan ya? Kalau nggak salah bulan Mei ya? It was long time ago, right. Hari ini, Ahad, 16 Oktober 2011 libur lagi. Sudah Hampir seminggu tidak bisa masuk kerja. Seminggu ini cuma hari Senin kemarin (10 Oktober 2011) saja bisa masuk kerja. Demonstran Freeport "meminta" kita tidak masuk kerja.
Selasa, 11 Oktober 2011, bis jemputan yang biasa mengantarku kerja dicegat di depan Diana Mini Market. Semua bis karyawan dicegat dan semua penumpangnya disuruh turun. Tidak ada yang boleh kerja. Padahal kita karyawan Trakindo yang jelas jelas beda manajemen dengan Freeport. Tapi mereka tetep bersikukuh melarang kita berhenti bekerja. Katanya Trakindo itu di bawah Freeport. Enak saja! Tapi ya sudahlah! Memang begitu watak masyarakat pribumi dan lagi sakit hati. Sebulan yang lalu sebenarnya sudah mulai demo, tapi kita masih lancar masuk kerja. Tapi seminggu terakhir ini bisa dibilang situasi memanas. Gara-gara seorang masyarakat pribumi yang demonstran Freeport juga, tertembak mati pada hari Senin. Makannya hari selasa mereka sedikit kasar waktu menyuruh kita tidak masuk kerja. Kasar tapi nggak ada main pukul. Cuma membentak saja. Alhasil sejak hari Selasa sampai Jum'at kemarin tidak masuk kerja.
Awalnya merasa asyik juga nggak kerja. Tidur di rumah, main game, jalan-jalan, dsb. Tapi 2 hari nggak kerja terasa juga jenuhnya. Bingung mau ke mana. Jalan-jala cuman di situ-situ saja, di rumah juga cuman nonton TV sama main game. Pokoknya jadi terasa jenuhnya. Kupikir nganggur itu enak, ternyata baru nganggur 2 hari saja sudah jenuh. Malah stres di rumah. Sebenarnya Rabu sore 12 Oktober 2011, bos memintaku masuk kerja. Dia telfon katanya aman, bakal dijemput taksi gelap. Dia bilang sudah 2 hari ini dia pakai metode itu untuk berangkat kerja, dan aman. Katanya 3 orang yang ditunjuk termasuk aku. Tapi aku menolaknya. 70% takut, 30% males. Soalnya konsentrasi massa saat itu di gedung DPRD yang letaknya tidak jauh dari rumah kostku. Bosku bilang nggak ada paksaan jadi aku bisa menolaknya. Besoknya aku sedikit menyesal nggak menolak disuruh kerja. Teman satu kostku masuk dan aman-aman saja. Seharian itu jenuh sekali di rumah. Nggak ada kegiatan. Mau telfon bos minta masuk kerja tapi takut dikira menjilat. Ya sudahlah! seminggu ini nganggur di rumah. Pengen rasanya besok Senin masuk kerja. Tapi kabarnya korban luka tembak insiden hari Senin kemarin akhirnya meninggal tadi malam. Kabarnya termasuk masyarakat 7 Suku. Entah informasi ini benar atau tidak, tapi yang blang temanku yang juga demonstran. Jika kabar itu memang benar, besok Senin kemungkinan besar rame lagi. Dan terancam tidak masuk kerja lagi.