Pernah ngerasain yang namanya nyasar? Tiba di suatu tempat yang bukan seharusnya kau berada, atau di suatu tempat dimana kau tidak merasa cocok di situ? Well, rasanya nggak enak banget pastinya. Mau ngapa-ngapain bingung, nggak sreg, nggak enak. Nggak cocok gitulah. Sayangnya aku merasa aku nyasar di sini, di Timika. Dan lebih buruknya lagi buan soal kotanya, tapi soal kerjaanya. Kalau soal kotanya mah aku masih bisa tolelir tapi kalo udah soal kerjaanya kok kayaknya nggak bisa ditolelir ya? Kalau nggak sreg ma kotanya emang udah semenjak tiba di sini aku nggak sreg en aku bisa menganggap di kota ini cuman numpang tidur. Tapi kalo sama kerjaanya aku nggak bisa nganggep se enteng itu. Aku nggak bisa bilang cuma numpang cari uang. Kalo aku bilang kayak gitu berarti aku nggak profesional kan? Padahal aku pengen banget menjajaki karir sebagai mekanik seperti ini lebih dalam.
Lha trus kenapa kok aku bisa ngerasa nyasar sama kerjaannya? Jadi gini ceritanya. Saat itu aku disuruh konfirmasi buku TDP-ku ke Training Center. Pas aku naik ke Training Center, aku dikasih tahu kalau skillku yang dari Sangatta kemarin nggak dipakai satu trus dari sini kurang satu. Jadi ada perbedaan jenis skill dari Sangatta dan Kualakencana. Kok bisa beda? Soalnya di site Kualakencana ini CRC dan di Sangatta branch (maksudnya workshop umum, ada servicenya). Jadi untuk skill Test Engine (aku lupa namanya apa, yang jelas intinya itu) nggak dipakai tapi tetap ditulis terus sebagai gantinya ada skill Using Pressurized Washing Machine (skill memakai alat cuci komponen). Deg! Aku langsung nyadar kalau aku nyasar di CRC. Kalau di CRC ilmunya dikit, pengalaman juga dikit. Yang jelas aku merasa skuill yang kupelajari di Sangatta kemarin nggak ada gunanya. Elektrik sama Engine, terutama hampir nggak dipakai. Karena di sini aku ditempatin di Hydraulic. Bahkan kerjaanku cuma inspect komponen Hydraulic saja. Nggak menantang dan juga ilmunya dikit. Dari 21 skill yang kupelajari dari Sangatta kemarin cuma skill measurement saja yang paling dominan. Pokoknya aku merasa nggak nyaman banget jadinya. Trus aku tanya sama Mr Bond. Lebih baik mana Branch sama CRC kalau soal pengalaman. Lebih bai Branch dia bilang. Sets! Saat itu juga pikiranku langsung berada di Sangatta, ingat workshop yang baru saja kutinggalkan. Sumber ilmu dan pengalaman yang telah kutinggalkan. Belakangan juga ku ketahui bahwa salary di sana lebih tinggi daripada di sini. di sana roster pula. Huh! menyebalkan...
Dalam dunia manga One Piece, Eternal Pose adalah alat yang digunakan untuk mencatat medan magnet antara pulau satu dengan pulau berikutnya secara permanen. Tapi dalam hal ini, Eternal Pose-ku akan mencatat (hampir) semua yang ada dalam pikiranku. Welcome to My Eternal Pose!
06 December 2009
02 December 2009
Inikah yang Kubutuhkan?
Kadang aku berpikir saat akan memutuskan sesuatu, apakah benar ini merupakan sesuatu yang kubutuhkan? Atau aku hanya sesuatu yang kuinginkan saja. Mungkin karena terlalu banyak pikiran dan pertimbangan, aku jadi kebingungan menilai sesuatu yang kuinginkan atau yang kubutuhkan.
Mungkin kalau orang lain bilang, antara kebutuhan dan keinginan berbeda jauh. Tapi bagiku sangat tipis bedanya bahkan saling berkaitan. Kalau menurutku, kalau kita membutuhkan suatu barang, katakanlah topi, kita jadi ingin membeli topi tersebut. Sebaliknya jika kita menginginkan sebuah topi, maka kita merasa seolah membutuhkannya. Jadi ada hubungan timbal balik.
Suatu hari aku sempat ngobrol dengan bosku, sebut saja namanya Mr. Bond. Aku sering sharing, cerita-cerita, dan mendiskusikan hal-hal dari yang penting sampai yang penting dan menyangkut pekerjaan. Aku tanya sama beliau, "Bos! Bedanya kebutuhan sama keinginan apa ya?"
Beliau sebenarnya punya prinsip, punya pendapat tentang hal itu, tapi beliau sepertinya rada kesulitan menjelaskannya, dan itulah ciri khas Mr. Bond. Sulit menjelaskan sesuatu. Tapi aku nangkap penjelasan beliau seperti ini. Kebutuhan itu didasarkan pada keperluan akan sesuatu yang penting dan memang berguna, sedangkan keinginan didasarkan hanya pada nafsu belaka, dan bisa jadi sesuatu yang kita inginkan tersebut pada akhirnya tidak berguna.
Aku berusaha me masukkan paham itu ke dalam benakku tapi sulit. Bisa, tapi cuma sebentar. Tapi terus kembali ke pahamku sendiri.
Mungkin memang susah ya mengubah pendapat sendiri yang sudah mengakar kuat? Tapi haruskah ku ubah pendapatku? Kalau untuk hal itu sepertinya harus ku ubah karena bakalan berpengaruh pada caraku memutuskan sesuatu di kemudian hari.
Mungkin kalau orang lain bilang, antara kebutuhan dan keinginan berbeda jauh. Tapi bagiku sangat tipis bedanya bahkan saling berkaitan. Kalau menurutku, kalau kita membutuhkan suatu barang, katakanlah topi, kita jadi ingin membeli topi tersebut. Sebaliknya jika kita menginginkan sebuah topi, maka kita merasa seolah membutuhkannya. Jadi ada hubungan timbal balik.
Suatu hari aku sempat ngobrol dengan bosku, sebut saja namanya Mr. Bond. Aku sering sharing, cerita-cerita, dan mendiskusikan hal-hal dari yang penting sampai yang penting dan menyangkut pekerjaan. Aku tanya sama beliau, "Bos! Bedanya kebutuhan sama keinginan apa ya?"
Beliau sebenarnya punya prinsip, punya pendapat tentang hal itu, tapi beliau sepertinya rada kesulitan menjelaskannya, dan itulah ciri khas Mr. Bond. Sulit menjelaskan sesuatu. Tapi aku nangkap penjelasan beliau seperti ini. Kebutuhan itu didasarkan pada keperluan akan sesuatu yang penting dan memang berguna, sedangkan keinginan didasarkan hanya pada nafsu belaka, dan bisa jadi sesuatu yang kita inginkan tersebut pada akhirnya tidak berguna.
Aku berusaha me masukkan paham itu ke dalam benakku tapi sulit. Bisa, tapi cuma sebentar. Tapi terus kembali ke pahamku sendiri.
Mungkin memang susah ya mengubah pendapat sendiri yang sudah mengakar kuat? Tapi haruskah ku ubah pendapatku? Kalau untuk hal itu sepertinya harus ku ubah karena bakalan berpengaruh pada caraku memutuskan sesuatu di kemudian hari.
27 September 2009
Ringkasan Ramadhan Log
Well
Cuma bertahan bisa aktif posting sampai hari ke 15. Buat Ramadhan Log pertama ini nggak terlalu sukses. Bahkan bisa dibilang nggak sukses. Kurang setengah bulan lagi. Gara-gara Hape masuk rumah sakit jadi nggak bisa posting dengan lancar. Mau posting lewat warnet males, banyak godaan mata.
Jadi intinya, setelah hari ke 15 itu semangat jadi turun drastis, jangankan nggak tarawih di masjid, tarawih saja sempat bolong 2 kali. Tadarusan juga berhenti cuma sampai juz 25 saja. Pokoknya payah banget. En memalukan banget. Menyebalkan juga. Gara-garanya ada masalah internal di dalam sini nih! (sambil menepuk dada) jadi bikin organ di dalam sini (sambil mengetuk kepala dengan jari telunjuk) nggak bisa berpikir jernih dan membuat semua organ tubuh males beribadah. Tapi dasar rasa malas juga menyumbang penyebab nggak mau pergi ke masjid.
Yang jelas, prestasi Ramadhan 1430 ini buruk. Kalo rapor dapet 3. Payah banget! Kita lihat besok tahun 1431! Semoga Allah SWT memberiku dan keluargaku kesempatan menikmati bulan Ramadhan tahun depan, Amiin...
Cuma bertahan bisa aktif posting sampai hari ke 15. Buat Ramadhan Log pertama ini nggak terlalu sukses. Bahkan bisa dibilang nggak sukses. Kurang setengah bulan lagi. Gara-gara Hape masuk rumah sakit jadi nggak bisa posting dengan lancar. Mau posting lewat warnet males, banyak godaan mata.
Jadi intinya, setelah hari ke 15 itu semangat jadi turun drastis, jangankan nggak tarawih di masjid, tarawih saja sempat bolong 2 kali. Tadarusan juga berhenti cuma sampai juz 25 saja. Pokoknya payah banget. En memalukan banget. Menyebalkan juga. Gara-garanya ada masalah internal di dalam sini nih! (sambil menepuk dada) jadi bikin organ di dalam sini (sambil mengetuk kepala dengan jari telunjuk) nggak bisa berpikir jernih dan membuat semua organ tubuh males beribadah. Tapi dasar rasa malas juga menyumbang penyebab nggak mau pergi ke masjid.
Yang jelas, prestasi Ramadhan 1430 ini buruk. Kalo rapor dapet 3. Payah banget! Kita lihat besok tahun 1431! Semoga Allah SWT memberiku dan keluargaku kesempatan menikmati bulan Ramadhan tahun depan, Amiin...
06 September 2009
Ramadhan 15th, 1430H
Sudah terlihat jelas penurunan kualitas semangat puasanya. Kemarin sudah terlihat sekarang tambah jelas kayak dilihat pake lup. Semalam nggak berangkat ke masjid buat tarawih dan sholat jama'ah isya'. Kalo alasanku sih gara-gara perut nggak enak kayak orang mabuk perjalanan gitu. Dan emang sore sebelum buka puasa kemarin aku nganter temenku buat cari hape. Pulangnya naik angkot yang penuh banget jadinya sumpek, dan bau apek. Hueh! Karena perut kosong jadi sensitif terhadap keadaan lingkungan yang extrim seperti itu. Turun dari angkot perut jadi nggak enak banget. Alhasil sholat maghrib jadi rada akhir dan sholat isya' dan tarawih nggak di masjid karena habis sholat maghrib langsung pules. Sholat isya' dan tarawih jam 02.45 dini hari. Alhamdulillah masih sempat. Tapi jeleknya, sholat subuh juga ngikut nggak jama'ah di masjid. Alasannya memang males. Menyebalkan sekali. Jadinya di malam ke 15 ini malah sama sekali nggak tadarus. Hanya paginya saja dapat satu juz. Nggak mak nyus mengingat hari ini aku minta off buat optimalisasi tadarus.
Tadi setengah hari cuma tidur saja dari pagi sampai jam 11.00 am, setelah sebelumnya bersih-bersih kamar. Habis itu nyuci baju terus luntang-lantung nggak jelas.
Tadi setengah hari cuma tidur saja dari pagi sampai jam 11.00 am, setelah sebelumnya bersih-bersih kamar. Habis itu nyuci baju terus luntang-lantung nggak jelas.
Ramadhan 14th, 1430H
Hampir setengah bulan terlewati. Kalau dulu saat masih kecil, aku merasa senang karena sebentar lagi lebaran. Kali ini bukannya senang, malah bingung dan menyesal. Bingung karena sudah setengah bulan, target belum tercapai. Menyesal karena selama setengah bulan pertama ini tidak bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin.
Seharusnya sudah masuk juz 28 tapi baru sampai juz 14. Ngutang kok separuh Qur'an. Menyebalkan sekali.
Alhamdulillah masih bisa tetep sholat jama'ah isya' dan tarawih di masjid. Begitu juga dengan jama'ah subuh, juga bisa di masjid. Jumlah jama'ah saat sholat isya' dan tarawih masih rata-rata, hanya 5 shaf. Sedangkan sholat subuh tinggal 3 shaf saja. No more.
Di workshop kerjaan banyak, tapi tetap enteng, soalnya cuma inspect. Tapi cukup bikin kaki jadi pegal juga soalnya jarang duduk. Kalau tidak jalan ke sana ke mari ya berdiri sambil inspect komponen.
Tapi tidak seperti hari kemarin yang hausnya benar-benar terasa, kali ini tidak terlalu.
Seharusnya sudah masuk juz 28 tapi baru sampai juz 14. Ngutang kok separuh Qur'an. Menyebalkan sekali.
Alhamdulillah masih bisa tetep sholat jama'ah isya' dan tarawih di masjid. Begitu juga dengan jama'ah subuh, juga bisa di masjid. Jumlah jama'ah saat sholat isya' dan tarawih masih rata-rata, hanya 5 shaf. Sedangkan sholat subuh tinggal 3 shaf saja. No more.
Di workshop kerjaan banyak, tapi tetap enteng, soalnya cuma inspect. Tapi cukup bikin kaki jadi pegal juga soalnya jarang duduk. Kalau tidak jalan ke sana ke mari ya berdiri sambil inspect komponen.
Tapi tidak seperti hari kemarin yang hausnya benar-benar terasa, kali ini tidak terlalu.
03 September 2009
Ramadhan 13th, 1430H
Sial sekali. Semalam nggak tadarusan! Pasalnya aku sepulang dari tarawih malah keluar cari lauk buat sahur. Sebenarnya ada rencana mau lanjut tadarus setelah pulang dari berburu, tapi malah kalah sama yang namanya kantuk. Bahkan begitu pulang dari berburu langsung ketiduran tanpa ganti baju dulu.
Tadi malam alhamdulillah bisa tarawih di masjid. Hampir saja aku tidak jadi berangkat karena hujan. Tidak ada payung. Akhirnya dengan tekad dan nekat bulat berangkat sajalah aku berbasah ria. Tidak terlalu lebat sih, tapi cukup untuk membuat sarung yang kunaikkan untuk menutupi kepalaku basah. Jadinya selama sholat isya' dan tarawih rasanya dingin.
Jama'ah yang hadir hanya mampu mengisi sampai 5 shaf saja untuk sholat isya' dan tarawih. Sedangkan sholat subuh hanya 3 shaf saja. Sebelum berangkat ke masjid tadi subuh, alhamdulillah sempat tadarusan hampir setengah juz. Benar-benar memanfaatkan waktu yang ada.
Di workshop kerjaan banyak. Bahkan sampai lembur segala walau cuma sampai jam setengah lima. Inilah lembur pertamaku di bulan ramadhan ini. Jadi hari ini terasa begitu capek.
Tadi malam alhamdulillah bisa tarawih di masjid. Hampir saja aku tidak jadi berangkat karena hujan. Tidak ada payung. Akhirnya dengan tekad dan nekat bulat berangkat sajalah aku berbasah ria. Tidak terlalu lebat sih, tapi cukup untuk membuat sarung yang kunaikkan untuk menutupi kepalaku basah. Jadinya selama sholat isya' dan tarawih rasanya dingin.
Jama'ah yang hadir hanya mampu mengisi sampai 5 shaf saja untuk sholat isya' dan tarawih. Sedangkan sholat subuh hanya 3 shaf saja. Sebelum berangkat ke masjid tadi subuh, alhamdulillah sempat tadarusan hampir setengah juz. Benar-benar memanfaatkan waktu yang ada.
Di workshop kerjaan banyak. Bahkan sampai lembur segala walau cuma sampai jam setengah lima. Inilah lembur pertamaku di bulan ramadhan ini. Jadi hari ini terasa begitu capek.
02 September 2009
Ramadhan 12th, 1430H
Belum ada peningkatan. Masih jauh dari target. Hari ke-12 berarti masuk juz 24. Lha ini!? Belum beranjak dari juz 14. Semalam sehabis tarawih mencoba tadarusan. Karena mati listrik, hanya berpenerangan lampu flash hp dibantu nyala lilin. Otomatis pencahayaan minim. Mata cepat capai dan mengantuk. Baru sampai setengah juz sudah mengantuk. Pokoknya tidak bisa diajak kompromi.
Anehnya, saat mendengarkan kultum setelah sholat isya', aku sama sekali tidak mengantuk. Alhamdulillah sih, jadinya bisa medengarkan ceramah. Semalam ada peningkatan jumlah jama'ah yang hadir sholat isya'. Jadi ada 7 shaf yang hadir, walaupun shaf ke-7 tidak sepenuhnya penuh. Sebaliknya, jama'ah shubuh tidak ada peningkatan, tetap 2 shaf yang terisi.
Di workshop pekerjaan mulai tampak berdatangan. Seharian tadi berkutat mengukur dan memeriksa kondisi komponen hidrolik. Bahkan sebelum pulang tadi sempat masuk lagi dan belum sempat dikerjakan. Jatah buat besok pagi biar besok ada kerjaan. Oya, alhamdulillah tadi sempat sholat dhuha pada saat coffee time.
Anehnya, saat mendengarkan kultum setelah sholat isya', aku sama sekali tidak mengantuk. Alhamdulillah sih, jadinya bisa medengarkan ceramah. Semalam ada peningkatan jumlah jama'ah yang hadir sholat isya'. Jadi ada 7 shaf yang hadir, walaupun shaf ke-7 tidak sepenuhnya penuh. Sebaliknya, jama'ah shubuh tidak ada peningkatan, tetap 2 shaf yang terisi.
Di workshop pekerjaan mulai tampak berdatangan. Seharian tadi berkutat mengukur dan memeriksa kondisi komponen hidrolik. Bahkan sebelum pulang tadi sempat masuk lagi dan belum sempat dikerjakan. Jatah buat besok pagi biar besok ada kerjaan. Oya, alhamdulillah tadi sempat sholat dhuha pada saat coffee time.
01 September 2009
Ramadan 11th, 1430H
Sepertiga bulan lebih satu hari. Harusnya di hari ke-11 ini tadarusanku sudah sampai juz 22. Tapi kenyataannya, terakhir tadarusan baru sampai juz 14. Ngutang banyak! Mau tadarus banyak kok susah banget sih?
Malam saat tarawih, aku sama sekali tidak mengantuk pada saat mendengarkan kultum ba'da isya'. Disamping pembicaranya membawakan dengan penuh semangat, seharian kemarin sama sekali tidak terasa capek. Karena ya itu tadi, bisa sahur dengan nasi. Seperti pagi ini juga demikian. Hanya saja tadi pagi lauknya ikan sarden tapi kemarin ayam goreng.
Alhamdulillah sampai saat ini masih bisa istiqomah sholat subuh berjama'ah di masjid. Jumlah jama'ah kali ini hanya naik sedikit sekali. Kalau kemarin 2 shaf saja, kali ini 2 shaf lebih 1 orang. Hehehe. Untuk jama'ah isya' masih rata-rata. 5 shaf saja yang terisi.
Kali ini kerjaan rada berat, karena aku dapat job merakit cylinder. Walau begitu ringan saja dilalui.
Malam saat tarawih, aku sama sekali tidak mengantuk pada saat mendengarkan kultum ba'da isya'. Disamping pembicaranya membawakan dengan penuh semangat, seharian kemarin sama sekali tidak terasa capek. Karena ya itu tadi, bisa sahur dengan nasi. Seperti pagi ini juga demikian. Hanya saja tadi pagi lauknya ikan sarden tapi kemarin ayam goreng.
Alhamdulillah sampai saat ini masih bisa istiqomah sholat subuh berjama'ah di masjid. Jumlah jama'ah kali ini hanya naik sedikit sekali. Kalau kemarin 2 shaf saja, kali ini 2 shaf lebih 1 orang. Hehehe. Untuk jama'ah isya' masih rata-rata. 5 shaf saja yang terisi.
Kali ini kerjaan rada berat, karena aku dapat job merakit cylinder. Walau begitu ringan saja dilalui.
31 August 2009
Ramadhan, 10th 1430H
Karena siangnya kecapekan bikin jemuran baju dan belanja perabot tambahan, malamnya, malam tanggal 10, pelupuk mataku terasa begitu berat. Mata pedih, badan pegal-pegal, dan perut sedikit kembung. Jadinya semalam nggak tadarusan. Tarawih saja jadi nggak di masjid. Gara-gara tiap hari sahur cuma makan mi instan saja jadinya malah kena diare. Habis tarawih nggak bisa tadarusan karena badan capek semua. Bangun tidur buat sahur saja males banget. Rasanya badan ini masih capek.
Jama'ah subuh kali ini cuma 2 shaf saja yang terisi. Mungkin karena hujan jadi pada males pergi ke masjid. Jama'ah isya'nya tetap 2 shaf yang kosong. Nggak banyak perubahan.
Seharian ini nggak terasa capek. Soalnya aku bisa sahur pakai nasi, dan tanpa mi!
Jama'ah subuh kali ini cuma 2 shaf saja yang terisi. Mungkin karena hujan jadi pada males pergi ke masjid. Jama'ah isya'nya tetap 2 shaf yang kosong. Nggak banyak perubahan.
Seharian ini nggak terasa capek. Soalnya aku bisa sahur pakai nasi, dan tanpa mi!
Ramadhan, 9th 1430H
Astaghfirullahal'adziim! Hari ke-9 ini adalah hari yang paling hancur dalam 9 hari terakhir. Siangnya aku sampai benar-benar emosi. Sangking emosinya sampai aku memaki-maki nggak jelas seperti preman pasar murahan. Menyebalkan banget. Siang itu aku dkk gotong royong bikin jemuran baju. Entah benar atau tidak yang jelas aku merasa paling banyak bekerja, sedangkan temen-temenku, sebagian sih, cuman duduk di tempat teduh gitu sambil ngompor-ngomporin aku. Aku yang memang tempramental jadinya kepancing dan kumaki-maki saja mereka. Yang lebih menyebalkan lagi mereka malah ketawa-tawa liat aku mencak-mencak nggak jelas. Huh! Udah panas-panas dipanas-panasin lagi! Dari situ aku memetik pelajaran jangan sampai terpancing untuk kedua kalinya. Kalau ada cobaan yang sama aku harus cepat sadar dan bersabar.
Alhamdulillah di hari ke-9 ini aku bisa tadarus semaksimal mungkin. Kalau nggak salah bisa dapat 4 juz. Tapi itu masih kurang karena target belum terpenuhi. Dan buat catatan saja, jama'ah tarawih dan sholat isya'nya masih sama, 2 shaf terakhir kosong. Lain halnya untuk jama'ah subuh. Karena hari libur jadinya bisa sampai 4 shaf yang terisi. Alhamdulillah mengingat kemarin cuma 3 shaf saja.
Alhamdulillah di hari ke-9 ini aku bisa tadarus semaksimal mungkin. Kalau nggak salah bisa dapat 4 juz. Tapi itu masih kurang karena target belum terpenuhi. Dan buat catatan saja, jama'ah tarawih dan sholat isya'nya masih sama, 2 shaf terakhir kosong. Lain halnya untuk jama'ah subuh. Karena hari libur jadinya bisa sampai 4 shaf yang terisi. Alhamdulillah mengingat kemarin cuma 3 shaf saja.
30 August 2009
Ramadhan, 8th 1430H
Ternyata rencana kemarin tanggal 7 Ramadhan buat mborong sampai juz 18 tidak kesampaian. Bisa nambah sih, tapi cuma sampai juz 9 saja. Kurang sembilan juz lagi. Ah! Dasar menyebalkan! Being istiqomah is not easy! Caranya gimana ya biar bisa istiqomah?
Ya wes. Let's back to semalam, tentang jama'ah tarawih di masjid. Masih tetap, 2 shaf paling belakang kosong. Semangat belum menunjukkan penurunan lebih jauh. Tapi aku yang biasanya nambah raka'at sesampai di rumah, semalam tidak. Sebagai gantinya aku nambah raka'at sebelu tahajjud. Jadi sahurnya aku paling akhir.
Jama'ah subuh alhamdulillah masih tetap aktif. Tapi di hari ke-8 ini ada 5 shaf yang kosong, bukan yang terisi. Alias 3 shaf saja yang ada.
Hari ini aku libur kerja, jadi bisa ikut dengar ceramah ba'da subuh. Ustadz yang ceramah yang dari Jawa Timur favoritku. Menyenangkan sekali ceramahnya, khas ustadz dari Jawa.
Ya wes. Let's back to semalam, tentang jama'ah tarawih di masjid. Masih tetap, 2 shaf paling belakang kosong. Semangat belum menunjukkan penurunan lebih jauh. Tapi aku yang biasanya nambah raka'at sesampai di rumah, semalam tidak. Sebagai gantinya aku nambah raka'at sebelu tahajjud. Jadi sahurnya aku paling akhir.
Jama'ah subuh alhamdulillah masih tetap aktif. Tapi di hari ke-8 ini ada 5 shaf yang kosong, bukan yang terisi. Alias 3 shaf saja yang ada.
Hari ini aku libur kerja, jadi bisa ikut dengar ceramah ba'da subuh. Ustadz yang ceramah yang dari Jawa Timur favoritku. Menyenangkan sekali ceramahnya, khas ustadz dari Jawa.
29 August 2009
Ramadhan, 7th 1430H
Nggak terasa dah masuk hari ke-7. Sudah seminggu puasa, tapi tadarusanku belum habis separuh Qur'an. Padahal kalau mau 2 kali khatam dalam sebulan ini, minggu pertama harus paling tidak dapat 15 juz. Lha ini baru sampai juz 7. Huaduh! Harus mborong nih. Besok pas off harus bisa mborong at least sampai juz 18. Kita lihat saja besok.
Yang menyebalkan adalah baru masuk hari ke-7 semangat sudah mulai kendor. Kesehatan juga kendor. Mulai flu dan batuk. Di workshop jadi ngantuk. Muka jadi nggak mbentuk dan tertekuk-tekuk. Benar-benar nggak enak.
Jama'ah tarawih di masjid mengesankan. Shaf ke-7 mulai bolong. Semangat mulai ompong. Jama'ah subuh jadi 3 shaf saja. Padahal baru 7 hari pertama.
Yang menyebalkan adalah baru masuk hari ke-7 semangat sudah mulai kendor. Kesehatan juga kendor. Mulai flu dan batuk. Di workshop jadi ngantuk. Muka jadi nggak mbentuk dan tertekuk-tekuk. Benar-benar nggak enak.
Jama'ah tarawih di masjid mengesankan. Shaf ke-7 mulai bolong. Semangat mulai ompong. Jama'ah subuh jadi 3 shaf saja. Padahal baru 7 hari pertama.
28 August 2009
Ramadhan, 6th 1430H
Alhamdulillah. Tadi malam buka puasa dengan nikmat. Maksudnya bisa lebih nikmat dari biasanya. Nggak tau kenapa. Padahal lauk makan bukanya sama saja. Yang jelas di hari ke-6 ini tadarusanku bisa sedikit lebih banyak. Habis tarawih di masjid tadarusan dapet 1 juz, paginya sebelum ke masjid buat sholat subuh bisa nambah beberapa lembar. Lumayan lah! Ada peningkatan.
Tapi semalam hampir saja aku tidak jama'ah isya' dan tarawih di masjid. Gara-garanya sebelum adzan sempat hujan jadinya tergoda untuk membaringkan badan. Tapi untung salah satu temenku bersiap-siap jadi aku ter-provokasi dan ter-motivasi dan segera sadar.
Jumlah jama'ah saat sholat isya' dan tarawih sama seperti kemarin, shaf ke-8 tidak terisi. Sholat subuh demikian juga. Berkisar antara 3-4 shaf yang terisi.
Kerjaan di hari ke 6 ini cukup banyak. Yang jelas satu selesai, satu masuk. Bahkan di saat terakhir ada yang masuk jadi belum tersentuh. Walau kerjaan banyak tapi aku tidak merasa lemas karena saat sahur bisa makan nasi. Gula darah jadi lebih stabil.
Tapi semalam hampir saja aku tidak jama'ah isya' dan tarawih di masjid. Gara-garanya sebelum adzan sempat hujan jadinya tergoda untuk membaringkan badan. Tapi untung salah satu temenku bersiap-siap jadi aku ter-provokasi dan ter-motivasi dan segera sadar.
Jumlah jama'ah saat sholat isya' dan tarawih sama seperti kemarin, shaf ke-8 tidak terisi. Sholat subuh demikian juga. Berkisar antara 3-4 shaf yang terisi.
Kerjaan di hari ke 6 ini cukup banyak. Yang jelas satu selesai, satu masuk. Bahkan di saat terakhir ada yang masuk jadi belum tersentuh. Walau kerjaan banyak tapi aku tidak merasa lemas karena saat sahur bisa makan nasi. Gula darah jadi lebih stabil.
27 August 2009
Ramadhan, 5th 1430H
Alhamdulillah buka puasa mengakhiri hari ke-4 dan mengawali hari ke-5 di bulan Ramadhan ini. Lebih bersyukur lagi karena habis tarawih bisa tadarusan walau cuma 1 juz. Baru sampai juz 3. Kalau tetap begini terus tidak akan memenuhi target nih! Harus ditingkatkan.
Sayang. Semangat jama'ah isya' dan tarawih di masjid sudah mulai surut. Jama'ah putra semalam tidak lagi luber sampai serambi. Bahkan shaf paling belakang sama sekali tak terisi. Jama'ah subuh lebih terlihat lagi penurunannya. Kalau hari pertama
Bisa sampai 4-5 shaf yang terisi, tadi pagi cuma 3 shaf saja. Shaf ke-4 cuma terisi sedikit saja. Memang, being Istiqomah is not easy.
Di workshop seharian tadi tidak ada job. Cuma ada 1 job saja yang aku kerjakan. Itu pun sudah selesai pas coffee time, jam 9.00. Enak sih sebenarnya karena badan ini jadi tidak capek. Walau begitu juga tidak enak juga sama bos.
Sayang. Semangat jama'ah isya' dan tarawih di masjid sudah mulai surut. Jama'ah putra semalam tidak lagi luber sampai serambi. Bahkan shaf paling belakang sama sekali tak terisi. Jama'ah subuh lebih terlihat lagi penurunannya. Kalau hari pertama
Bisa sampai 4-5 shaf yang terisi, tadi pagi cuma 3 shaf saja. Shaf ke-4 cuma terisi sedikit saja. Memang, being Istiqomah is not easy.
Di workshop seharian tadi tidak ada job. Cuma ada 1 job saja yang aku kerjakan. Itu pun sudah selesai pas coffee time, jam 9.00. Enak sih sebenarnya karena badan ini jadi tidak capek. Walau begitu juga tidak enak juga sama bos.
Ramadhan, 4th 1430H
Menyebalkan sekali. Nggak pernah mau tadarus selama 2 hari terakhir ini. Semalam mati lampu sedari sore sampai malam. Nggak tau jam berapa hidupnya. Kata temenku jam 12an. Jadinya mau tadarus habis maghrib sudah mahal, habis tarawih juga malas jadinya. Harus dihilangkan kalau mau memenuhi target. Ah! Sial.
Jama'ah tarawih masih tetap full di masjid, tapi untuk jama'ah subuh kayaknya sudah mulai berkurang. Tanda tanda berkurangnya semangat sudah mulai terlihat.
Di worksho aq sudah mulai merasakan cobaan yang lebih berat. Rasa haus dan lapar mulai mengganggu dan mempengaruhi semangat kerja. Kalau mau profesional harus dihilangkan nih! Orang profesional harus punya toleransi yang tinggi terhadap perubahan keadaan kerja.
Jama'ah tarawih masih tetap full di masjid, tapi untuk jama'ah subuh kayaknya sudah mulai berkurang. Tanda tanda berkurangnya semangat sudah mulai terlihat.
Di worksho aq sudah mulai merasakan cobaan yang lebih berat. Rasa haus dan lapar mulai mengganggu dan mempengaruhi semangat kerja. Kalau mau profesional harus dihilangkan nih! Orang profesional harus punya toleransi yang tinggi terhadap perubahan keadaan kerja.
24 August 2009
Ramadhan, 3rd 1430H
Efek dari rasa capek yang kuderita aku buka puasa kebanyakan minum. Makan ambil sedikit saja nggak habis. Efek pas sholat isya' belum terasa, tapi pas kultum aku sama sekali nggak memperhatikan apa yang disampaikan. Terkantuk-kantuk bo! Tapi anehnya pas tarawih nggak ada masalah. Seger-seger aja.
Semalam aku pindah dari hotel ke rumah kontrakan. Jadi semalam dah tidur di kontrakan baru. Alhasil jadi rada susah tidur dan nggak bisa tadarusan habis tarawih. Payah deh! Makan sahur juga jadi seadanya karena nyiapin sendiri. Sekedar pengisi perut. Terdiri atas roti, susu, telur rebus, dan mi instan. Yang penting ada modal energi.
Hari ini hari pertama kerja di bulan ramadhan. Wuih! Capeknya! Padahal kerjaanku cuman inspect komponen gitu, yang notabene tidak perlu tenaga besar buat muter baut. Tapi kadang butuh tenaga juga sih kalau mau ngangkat barang berat.
Semalam aku pindah dari hotel ke rumah kontrakan. Jadi semalam dah tidur di kontrakan baru. Alhasil jadi rada susah tidur dan nggak bisa tadarusan habis tarawih. Payah deh! Makan sahur juga jadi seadanya karena nyiapin sendiri. Sekedar pengisi perut. Terdiri atas roti, susu, telur rebus, dan mi instan. Yang penting ada modal energi.
Hari ini hari pertama kerja di bulan ramadhan. Wuih! Capeknya! Padahal kerjaanku cuman inspect komponen gitu, yang notabene tidak perlu tenaga besar buat muter baut. Tapi kadang butuh tenaga juga sih kalau mau ngangkat barang berat.
23 August 2009
Ramadhan, 2nd 1430 H
Adzan maghrib berkumandang, menandakan waktu buka, berakhirnya tanggal 1 Ramadhan dan berawalnya tanggal 2. Sama seperti kemarin, sholat maghrib di kamar hotel saja, tidak jama'ah di masjid. Sebabnya sama seperti kemarin, gara-gara nonton televisi juga. Payah deh! Besok kalau sudah pindah ke kontrakan pasti bisa jama'ah di masjid, karena so pasti di sana nggak ada televisi. Tapi semalam sholat maghribnya lebih awal dan habis sholat bisa tadarus. Cuman sedikit sih, cuman 89 ayat. Al-Baqoroh 1-89. Gara-garanya belum terbiasa memakai Qur'an kecil. Tapi ku pikir cuma alasan saja. Mungkin lebih tepat karena aku nggak pernah tadarus, jadinya nggak fasih.
Alhamdulillah sholat Isya' dan tarawihnya bisa di masjid. Tapi semalam aku ngerasa nggak begitu memperhatikan kultumnya. Pembicaranya bukan yang kemarin malam. Kalau yang kemarin malam adalah seorang ustadz dari Jawa Timur, dan yang semalam nggak tahu dari mana. Yang jelas aku merasa nggak interested saja, dan seolah jama'ah yang lain juga tidak banyak yang mendengarkan dengan serius. Atau mungkin perasaanku saja, nggak tau ah! Tidak seperti kemarin, aku semalam bolos tarawihnya pas mau sholat witir. Jadi dapat 8 raka'at aku pulang dang ngelanjutin sampai raka'at ke 20. Terus witirnya belakangan sekalian buat nutup tahajjudnya. Dan alhamdulillah bisa terlaksana karena aku bisa bangun jam 3.09 WIT.
Jama'ah subuh dan ceramah subuh juga tidak terlewatkan. Alhamdulillah. Pembicaranya ustadz yang kemarin malam. Tidak seperti semalam, aku mendengarkan apa yang beliau sampaikan. Tidak tahu kenapa, yang jelas aku lebih cocok saja dengan beliau. Kalau menurutku secara teknis beliau lebih entertaining, dengan bahasa tubuh yang bervariasi. Terbukti dengan tangannya tidak cuma diam saja, tapi bergerak seolah menegaskan apa yang disampaikan. Disamping itu cara penyampaiannya juga bagus dan mendalam terus tema yang di usung juga menarik, at least menurutku.
Sepulang dari masjid alhamdulillah aku bisa tadarusan. Kali ini jauh lebih banyak daripada semalam. Terakhir sampar Al-Baqoroh 252. Harus lebih karena targetku kali ini bisa khatam 2 kali dalam sebulan ini.
Ternyata sehari tadi sangat melelahkan. Jalan keliling kota cari perabotan untuk rumah baru. Kaki serasa habis lari marathon. Fiuhh... Rencana mau tadarus habis 'asyar nggak jadi gara-gara super capek. Buka puasa jadi terasa nikmat sekali.
Alhamdulillah sholat Isya' dan tarawihnya bisa di masjid. Tapi semalam aku ngerasa nggak begitu memperhatikan kultumnya. Pembicaranya bukan yang kemarin malam. Kalau yang kemarin malam adalah seorang ustadz dari Jawa Timur, dan yang semalam nggak tahu dari mana. Yang jelas aku merasa nggak interested saja, dan seolah jama'ah yang lain juga tidak banyak yang mendengarkan dengan serius. Atau mungkin perasaanku saja, nggak tau ah! Tidak seperti kemarin, aku semalam bolos tarawihnya pas mau sholat witir. Jadi dapat 8 raka'at aku pulang dang ngelanjutin sampai raka'at ke 20. Terus witirnya belakangan sekalian buat nutup tahajjudnya. Dan alhamdulillah bisa terlaksana karena aku bisa bangun jam 3.09 WIT.
Jama'ah subuh dan ceramah subuh juga tidak terlewatkan. Alhamdulillah. Pembicaranya ustadz yang kemarin malam. Tidak seperti semalam, aku mendengarkan apa yang beliau sampaikan. Tidak tahu kenapa, yang jelas aku lebih cocok saja dengan beliau. Kalau menurutku secara teknis beliau lebih entertaining, dengan bahasa tubuh yang bervariasi. Terbukti dengan tangannya tidak cuma diam saja, tapi bergerak seolah menegaskan apa yang disampaikan. Disamping itu cara penyampaiannya juga bagus dan mendalam terus tema yang di usung juga menarik, at least menurutku.
Sepulang dari masjid alhamdulillah aku bisa tadarusan. Kali ini jauh lebih banyak daripada semalam. Terakhir sampar Al-Baqoroh 252. Harus lebih karena targetku kali ini bisa khatam 2 kali dalam sebulan ini.
Ternyata sehari tadi sangat melelahkan. Jalan keliling kota cari perabotan untuk rumah baru. Kaki serasa habis lari marathon. Fiuhh... Rencana mau tadarus habis 'asyar nggak jadi gara-gara super capek. Buka puasa jadi terasa nikmat sekali.
Ramadhan, 1st 1430
The first night
Awal yang nggak terlalu baik. Nggak jama'ah maghrib. Padahal justru penting banget tuh bisa jama'ah sholat maghrib. Gara-gara televisi, jadinya tergoda deh.
Tapi sholat isya' dan tarawihnya di masjid dong tentunya! Masjid full! Penuh banget. Shaf pria sampai mentok, 8 shaf terisi semua, bahkan ada yang di serambi. Untuk yang wanita full juga, tapi nggak tau sampai serambi atau tidak. Yang jelas saat aku duduk menunggu iqomah, aku jadi ingat sebuah masjid di Sangatta dulu. Namanya aku lupa. Yang jelas saat itu aku merasa cocok saja di sana. Jadi kangen...
Ku kira tarawih di sini 23 kali, ternyata cuma 11 kali. Jadi habis dari masjid di rumah nambah lagi. Di kampungku mayoritas 23 kali, jadi sudah terbiasa dan kalau tidak 23 kali rasanya ada yang kuran. Kurang mantab.
Satu hal lagi yang disayangkan. Malam tanggal 1 aku sama sekali tidak tadarus. Payah nih. Rencana habis tahajjud, tapi di luar dugaan aku baru bangun sahur jam 3.30 WIT. Jadi aku sahur dulu baru tahajjud. Jadinya nggak tadarus sesuai rencana.
Jama'ah subuh di masjid plus ndengerin ceramah kuliah subuh bisa kuhadiri juga, karena aku libur sabtu ini. Tidak sebanyak pas tarawih malamnya, cuma 3 shaf pria yang terisi. Shaf wanita nggak tahu gimana. Pulang dari masjid bukannya tadarus tapi malah ngobrol sama temenku sampai pagi. Payah deh! Aja ada godaannya.
Menjelang siang temenku ngajak berburu perlengkapan tidur, karena besoknya, hari Ahad sudah mau pindah ke rumah kontrakan. Selama ini masih di hotel. Ke pasar juga cuma jalan kaki. Kali ini godaannya cuman lapar sama haus saja. Tapi pas masuk pasarnya, bau tak sedap khas pasar tradisional bikin kepala agak pusing juga. Di tambah lagi godaan mata kalau ada cewek ngumbar aurat, waduh! Harus extra hati-hati kalau jalan-jalan ke luar.
Well, seharian nggak ada yang spesial. Yang jelas perlu peningkatan.
Awal yang nggak terlalu baik. Nggak jama'ah maghrib. Padahal justru penting banget tuh bisa jama'ah sholat maghrib. Gara-gara televisi, jadinya tergoda deh.
Tapi sholat isya' dan tarawihnya di masjid dong tentunya! Masjid full! Penuh banget. Shaf pria sampai mentok, 8 shaf terisi semua, bahkan ada yang di serambi. Untuk yang wanita full juga, tapi nggak tau sampai serambi atau tidak. Yang jelas saat aku duduk menunggu iqomah, aku jadi ingat sebuah masjid di Sangatta dulu. Namanya aku lupa. Yang jelas saat itu aku merasa cocok saja di sana. Jadi kangen...
Ku kira tarawih di sini 23 kali, ternyata cuma 11 kali. Jadi habis dari masjid di rumah nambah lagi. Di kampungku mayoritas 23 kali, jadi sudah terbiasa dan kalau tidak 23 kali rasanya ada yang kuran. Kurang mantab.
Satu hal lagi yang disayangkan. Malam tanggal 1 aku sama sekali tidak tadarus. Payah nih. Rencana habis tahajjud, tapi di luar dugaan aku baru bangun sahur jam 3.30 WIT. Jadi aku sahur dulu baru tahajjud. Jadinya nggak tadarus sesuai rencana.
Jama'ah subuh di masjid plus ndengerin ceramah kuliah subuh bisa kuhadiri juga, karena aku libur sabtu ini. Tidak sebanyak pas tarawih malamnya, cuma 3 shaf pria yang terisi. Shaf wanita nggak tahu gimana. Pulang dari masjid bukannya tadarus tapi malah ngobrol sama temenku sampai pagi. Payah deh! Aja ada godaannya.
Menjelang siang temenku ngajak berburu perlengkapan tidur, karena besoknya, hari Ahad sudah mau pindah ke rumah kontrakan. Selama ini masih di hotel. Ke pasar juga cuma jalan kaki. Kali ini godaannya cuman lapar sama haus saja. Tapi pas masuk pasarnya, bau tak sedap khas pasar tradisional bikin kepala agak pusing juga. Di tambah lagi godaan mata kalau ada cewek ngumbar aurat, waduh! Harus extra hati-hati kalau jalan-jalan ke luar.
Well, seharian nggak ada yang spesial. Yang jelas perlu peningkatan.
16 August 2009
What I can do and what I can't do
Tiap orang punya sesuatu yang bisa dilakukan dan yang tidak bisa dilakukan. Aku dapat statement itu dari komik one piece volume awal. Walau aku dapat dari sebuah komik, tapi statement itu ada benarnya juga. Menurutku hal itulah yang menjadikan manusia makhluk sosial. Saling membantu dengan kelebihan masing-masing untuk menutupi kekurangan masing-masing. Karena itulah manusia membutuhkan teman. Tidak mungkin seseorang hidup dengn normal tanpa bantuan orang lain. Mudahnya saja seorang dokter punya kelebihan menyembuhkan orang tapi juga membutuhkan seorang mekanik membetulkan kendaraanny. Itu sekedar contoh simpel saja. Banyak contoh lain yang lebih komplex.
Jadi kita tidak perlu minder dan membuat kita patah semangat karena tidak bisa melakukan sesuatu yang memang kelemahan kita. Justru karena perbedaan kemampuan itulah hidup manusia menjadi lebih beragam, lebih berwarna. Bayangkan bagaimana jadinya bila seseorang mempunyai kemampuan yang sama. Dunia akan monoton dan tidak berwarna. Tidak ada kehidupan sosial, tidak ada hubungan antar manusia. Bisa dipastikan tidak akan ada sistem yang bekerja.
Jadi kita tidak perlu minder dan membuat kita patah semangat karena tidak bisa melakukan sesuatu yang memang kelemahan kita. Justru karena perbedaan kemampuan itulah hidup manusia menjadi lebih beragam, lebih berwarna. Bayangkan bagaimana jadinya bila seseorang mempunyai kemampuan yang sama. Dunia akan monoton dan tidak berwarna. Tidak ada kehidupan sosial, tidak ada hubungan antar manusia. Bisa dipastikan tidak akan ada sistem yang bekerja.
12 August 2009
The Curse of Borneo
Note: Judul di atas cuman hiperbolik saja. Tidak ada unsur mistik dan sesuatu yang kejan dan menyeramkan di dalamnya.
“Barang siapa yang pernah datang dan meminum air dari Kalimantan, maka dia akan merasa ingin kembali ke Kalimantan”
Begitulah menurut pendatang yang tinggal di sana. Awalnya aku tidak percaya dan yakin tidak akan merasa ingin kembali ke Kalimantan setelah meninggalkannya.
Ternyata aku salah. Dan pernyataan itu benar. Setelah tinggal di Timika, Papua Tengah selama 2 minggu terakhir, aku merasa ingin kembali saja ke Kalimantan. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Di antaranya masjid jarang di sini, pendatang dari Jawa juga relatif lebih sedikit. Kalau yang berhubungan dengan pekerjaan, cara kerja mekanik sini dengan yang di Sangatta berbeda, jauh berbeda. Masih banyak lagi sebenarnya sebab lain. Yang jelas sepotong hatiku telah tertinggal di Sangatta (Set dah! Jadi melow dah!). Aku sudah merasa “in home” di sana.
Ah! Mungkin itu karena aku belum begitu terbiasa saja di sini jadi belum merasa “in home” di sini. Tinggal tunggu tanggal mainnya saja aku merasa “in home” di sini.
But the curse of borneo is real!
“Barang siapa yang pernah datang dan meminum air dari Kalimantan, maka dia akan merasa ingin kembali ke Kalimantan”
Begitulah menurut pendatang yang tinggal di sana. Awalnya aku tidak percaya dan yakin tidak akan merasa ingin kembali ke Kalimantan setelah meninggalkannya.
Ternyata aku salah. Dan pernyataan itu benar. Setelah tinggal di Timika, Papua Tengah selama 2 minggu terakhir, aku merasa ingin kembali saja ke Kalimantan. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Di antaranya masjid jarang di sini, pendatang dari Jawa juga relatif lebih sedikit. Kalau yang berhubungan dengan pekerjaan, cara kerja mekanik sini dengan yang di Sangatta berbeda, jauh berbeda. Masih banyak lagi sebenarnya sebab lain. Yang jelas sepotong hatiku telah tertinggal di Sangatta (Set dah! Jadi melow dah!). Aku sudah merasa “in home” di sana.
Ah! Mungkin itu karena aku belum begitu terbiasa saja di sini jadi belum merasa “in home” di sini. Tinggal tunggu tanggal mainnya saja aku merasa “in home” di sini.
But the curse of borneo is real!
11 August 2009
Hiyyy... Doggy!
Pengalaman konyol yang menyebalkan pada saat aku cari rumah sama temen-temen seminggu yang lalu.
Setiap muslim tahu kalau air liur anjing itu najis yang paling berat. Cara membersihkannya spesial, dan menurutku sulit juga. That's why aku takut sama anjing disamping merasa ngeri juga kalau digigit.
Waktu itu aku tanya sama seseorang yang sedang duduk-duduk di teras rumahnya, ada nggak rumah yang masih kosong. Dia bilang jalan depan rumahnya lurus saja terus ada belokan ke kiri, rumahnya disudut belokan itu. Aku sama temen-temen berjalan ke arah yang ditunjukkan dan sampailah pada sebuah rumah bepagar besi dengan halaman kecil yang ditanami beberapa tanamam hias dan rumput manila. Rumah berlantai dua dan berteras kecil iv tampak sepi-sepi saja. Aku berniat membuka gercng dan masuk karena tidak terlihat ada bel di pintu pagar saat seekor anjing tiba-tiba menggonggong. Aku kaget setengah mati karena pada dasarnya memang takut anjing. Tulang punggungku terasa lemas. Wuih!!mantab! I hate dog!
Setiap muslim tahu kalau air liur anjing itu najis yang paling berat. Cara membersihkannya spesial, dan menurutku sulit juga. That's why aku takut sama anjing disamping merasa ngeri juga kalau digigit.
Waktu itu aku tanya sama seseorang yang sedang duduk-duduk di teras rumahnya, ada nggak rumah yang masih kosong. Dia bilang jalan depan rumahnya lurus saja terus ada belokan ke kiri, rumahnya disudut belokan itu. Aku sama temen-temen berjalan ke arah yang ditunjukkan dan sampailah pada sebuah rumah bepagar besi dengan halaman kecil yang ditanami beberapa tanamam hias dan rumput manila. Rumah berlantai dua dan berteras kecil iv tampak sepi-sepi saja. Aku berniat membuka gercng dan masuk karena tidak terlihat ada bel di pintu pagar saat seekor anjing tiba-tiba menggonggong. Aku kaget setengah mati karena pada dasarnya memang takut anjing. Tulang punggungku terasa lemas. Wuih!!mantab! I hate dog!
09 August 2009
Senandung Bulan Puasa
Iki sasi Ruwah, nuli sasi poso
Kuwajiban kito kudu poso
Sesasi lawase ora mangan ngombe
Esuk tekan sore sakrampunge
Yen wis rampung poso sembahyang rioyo
Podho suko-suko suko samyo
Lan halal bi halal marang wong tuwane
Ugo marang konco lan kancane
Itu lagu yang biasa dilantunkan tiap tahun saat bulan puasa di masjid di desaku. Dari dulu sejak kecil hingga saat ini lagu itu masih ada. Ada suatu kesan tersendiri saat mendengar atau menyanyikan lagu itu. Seperti merasakan semangat bulan Ramadhan.
Kuwajiban kito kudu poso
Sesasi lawase ora mangan ngombe
Esuk tekan sore sakrampunge
Yen wis rampung poso sembahyang rioyo
Podho suko-suko suko samyo
Lan halal bi halal marang wong tuwane
Ugo marang konco lan kancane
Itu lagu yang biasa dilantunkan tiap tahun saat bulan puasa di masjid di desaku. Dari dulu sejak kecil hingga saat ini lagu itu masih ada. Ada suatu kesan tersendiri saat mendengar atau menyanyikan lagu itu. Seperti merasakan semangat bulan Ramadhan.
05 August 2009
Ramadhan Sebentar Lagi
Hey hey! Sekarang sudah tanggal 14 Sha'ban 1430. It's mean that bulan penuh barokah yang ditunggu-tunggu tiap muslim beriman di seluruh dunia sebentar lagi datang.
Kita masing-masing pasti punya target tersendiri untuk benar-benar memanfaatkan barokah bulan Ramadhan. Semaksimal mungkin memanfaatkan hari demi hari untuk mendapatkan barokah bulan Ramadhan. Apa lagi kalau kita bisa beribadah dan beramal dengan maksimal di lailatul qadr. Wuih! Mantab! Kalau ingin mendapatkannya ya tiap hari, tiap malam kita beribadah semaksimal mungkin. Dengan begitu kita pasti mendapatkannya.
Yang jelas menurut pengalamanku di setiap bulan Ramadhan, semangat kita mengendur pada pertengahan bulan. Menjelang pertengahan bulan, jama'ah yang tarawih di masjid berkurang. Kalau tadarus awal bulannya bisa mencapai 1 juz per hari, pertengahan bulan mungkin cuma setengah juz saja. Memang, being istiqomah is not easy. Istiqomah memang tidak mudah. Karena tiap manusia punya rasa bosan. Tapi ini ibadah! Kok bisa-bisanya kita bosan!?
Well, ayo coy kita ubah jalan pikiran kita! Semangat!
B-)
Kita masing-masing pasti punya target tersendiri untuk benar-benar memanfaatkan barokah bulan Ramadhan. Semaksimal mungkin memanfaatkan hari demi hari untuk mendapatkan barokah bulan Ramadhan. Apa lagi kalau kita bisa beribadah dan beramal dengan maksimal di lailatul qadr. Wuih! Mantab! Kalau ingin mendapatkannya ya tiap hari, tiap malam kita beribadah semaksimal mungkin. Dengan begitu kita pasti mendapatkannya.
Yang jelas menurut pengalamanku di setiap bulan Ramadhan, semangat kita mengendur pada pertengahan bulan. Menjelang pertengahan bulan, jama'ah yang tarawih di masjid berkurang. Kalau tadarus awal bulannya bisa mencapai 1 juz per hari, pertengahan bulan mungkin cuma setengah juz saja. Memang, being istiqomah is not easy. Istiqomah memang tidak mudah. Karena tiap manusia punya rasa bosan. Tapi ini ibadah! Kok bisa-bisanya kita bosan!?
Well, ayo coy kita ubah jalan pikiran kita! Semangat!
B-)
Boros "eee..."
Hahaha...
Memang mudah mencari kekurangan orang. Apa lagi kita pernah melakukan kesalah yang sama.
Hihihi
Pada saat briefing safety sebelum kerja kemarin materi dibawakan oleh supervisorku. Sebut saja namanya pak Sigit. Beliau membawakan materi tentang manfaat buah semangka. Apa hubungannya dengan safety dalam bekerja? Memang nggak ada hubungannya secara langsung. Briefing ini sebenarnya lebih bertujuan untuk menambah pengetahuan umum bagi kami, para serviceman.
Yang jelas dari awal aku sudah memperhatikan bahwa pak Sigit sering mengucapkan "eee...". Sebuah penyakit yang, mungkin, sering atau pernah diderita oleh orang yang bicara di depan umum. Iseng ku hitung jumlah kata "eee..." yang beliau ucapkan selama 15 menit bicara, kurang lebih 60 kali. Jadi rata-rata 4 kali per menit. Hehehe, boros sekali ya?
Well, tapi ku akui, memang menghilangkan penyakit itu memang sulit. Apalagi kalau sudah menjadi kebiasaan kita. Menurut teori penyakit ini bisa dihilangkan kalau kita menguasai materi yang kita bawakan. Selain itu kita juga harus tetap tenang dalam membawakannya. Tapi kalau sudah menjadi kebiasaan ya sulit juga menghilangkan kebiasaan itu. Kalau sekarang aku disuruh bicara di depan umum pasti masih kebanyakan "eee..." juga.
Memang mudah mencari kekurangan orang. Apa lagi kita pernah melakukan kesalah yang sama.
Hihihi
Pada saat briefing safety sebelum kerja kemarin materi dibawakan oleh supervisorku. Sebut saja namanya pak Sigit. Beliau membawakan materi tentang manfaat buah semangka. Apa hubungannya dengan safety dalam bekerja? Memang nggak ada hubungannya secara langsung. Briefing ini sebenarnya lebih bertujuan untuk menambah pengetahuan umum bagi kami, para serviceman.
Yang jelas dari awal aku sudah memperhatikan bahwa pak Sigit sering mengucapkan "eee...". Sebuah penyakit yang, mungkin, sering atau pernah diderita oleh orang yang bicara di depan umum. Iseng ku hitung jumlah kata "eee..." yang beliau ucapkan selama 15 menit bicara, kurang lebih 60 kali. Jadi rata-rata 4 kali per menit. Hehehe, boros sekali ya?
Well, tapi ku akui, memang menghilangkan penyakit itu memang sulit. Apalagi kalau sudah menjadi kebiasaan kita. Menurut teori penyakit ini bisa dihilangkan kalau kita menguasai materi yang kita bawakan. Selain itu kita juga harus tetap tenang dalam membawakannya. Tapi kalau sudah menjadi kebiasaan ya sulit juga menghilangkan kebiasaan itu. Kalau sekarang aku disuruh bicara di depan umum pasti masih kebanyakan "eee..." juga.
04 August 2009
Selisih Waktu
Well, sekarang aku berada di zona waktu Gmt + 9, atau WIT. Jadi dibanding sama kampung halamanku, Bantul, tempatku sekarang 2 jam lebih awal. Kalau tempatku jam 7 pagi, Bantul baru jam 5 pagi. Alhasil kalau di Bantul adzan maghrib, tempatku sudah jam 8 malam. Kalau aku lagi nonton TV terus tiba-tiba ada adzan jadi terasa aneh. Aku sudah sholat 'isya, Bantul baru maghrib. Seperti melihat masa lalu saja. Menurutku rasa aneh ini tidak akan hilang seperti pengalaman pada waktu aku di Sangatta. Selama 10 bulan di sana rasa aneh itu tidak hilang juga. Mungkin di sini juga begitu.
Yang paling menjengkelkan kalau mau menyesuaikan waktu dengan orang rumah jadi sulit. Misalnya saja kalau aku mau nelepon orang rumah. Biasanya kalau jam nelepon antara jam 8-9 WIB, alias jam 10-11 WIT. Jadinya terlalu malam buatku karena aku harus tidur jam 9. Mentok jam 10, biar paginya bisa bangun awal. Memang merepotkan tapi merupakan tantangan tersendiri bagi perantau seperti aku saat ini.
B-)
Yang paling menjengkelkan kalau mau menyesuaikan waktu dengan orang rumah jadi sulit. Misalnya saja kalau aku mau nelepon orang rumah. Biasanya kalau jam nelepon antara jam 8-9 WIB, alias jam 10-11 WIT. Jadinya terlalu malam buatku karena aku harus tidur jam 9. Mentok jam 10, biar paginya bisa bangun awal. Memang merepotkan tapi merupakan tantangan tersendiri bagi perantau seperti aku saat ini.
B-)
02 August 2009
Looking for Home
Bukan berarti aku sekarang, di sini, di Timika almost homeless, tapi memang homeless, hehehe... Nggak ding! Just Gouyon.
Di sini aku dan temen-temen memang harus cari kontrakan sendiri. Kami diberi waktu selama satu bulan oleh perusahaan dan selama itulah kami diinapkan di sebuah hotel (lebih pantas disebut losmen, sebenarnya).
Hari ini hari ke-2 pencarian. Hari pertama kemarin Sabtu. Yang kemarin biarlah berlalu, yang hari ini biarlah kuceritakan.
Jam berapa entah berangkat, yang jelas setelah jam 9 pagi. Aku plus 2 orang temanku keluar cuma dengan jalan kaki, masuk keluar gang yang berpotensi menyimpan rumah kontrakan yang cukup besar untuk, paling tidak, 5 orang. Dan setelah mencari, menimbang, memperhatikan, dan bertanya pada setiap insan yang punya rumah kontrakan, belum juga dapat. Akhirnya kami menyerah dan pulang ke hotel pada jam 13.00 wit.
Okey, that doesn't matter. Paling tidak kami bisa menggantungkan harapan pada seorang pemilik kontrakan yang meminta kami kembali sore harinya untuk mengecek apakah masih ada yang kosong. Temenku yang lain ternyata juga cari dan ada harapan lagi.
Hihihi
Alhamdulillah
Di sini aku dan temen-temen memang harus cari kontrakan sendiri. Kami diberi waktu selama satu bulan oleh perusahaan dan selama itulah kami diinapkan di sebuah hotel (lebih pantas disebut losmen, sebenarnya).
Hari ini hari ke-2 pencarian. Hari pertama kemarin Sabtu. Yang kemarin biarlah berlalu, yang hari ini biarlah kuceritakan.
Jam berapa entah berangkat, yang jelas setelah jam 9 pagi. Aku plus 2 orang temanku keluar cuma dengan jalan kaki, masuk keluar gang yang berpotensi menyimpan rumah kontrakan yang cukup besar untuk, paling tidak, 5 orang. Dan setelah mencari, menimbang, memperhatikan, dan bertanya pada setiap insan yang punya rumah kontrakan, belum juga dapat. Akhirnya kami menyerah dan pulang ke hotel pada jam 13.00 wit.
Okey, that doesn't matter. Paling tidak kami bisa menggantungkan harapan pada seorang pemilik kontrakan yang meminta kami kembali sore harinya untuk mengecek apakah masih ada yang kosong. Temenku yang lain ternyata juga cari dan ada harapan lagi.
Hihihi
Alhamdulillah
29 July 2009
Godaan
Tahun kemarin nggak lebaran di rumah. Tahun ini kemungkinan juga. Tahun besok belum tahu. Yang jelas kalau dihitung-hitung kemungkinanku berlebaran di rumah kecil.
Sering pikiran tentang "apakah ini jalan yang benar buatku?" mengusik pikiranku, mempengaruhi sikap dan perasaanku. Bahkan baru kali ini aku nekat posting hal seperti ini di blogku.
Rencanaku memang cuma bertahan di PT ini selama 5 tahun kalau aku masih di luar jawa. Lain halnya kalau bisa ditempatkan di daerah Jawa, kemungkinan bisa lebih lama. Aku ingin setelah berkeluarga nanti menetap di Jogja, atau paling tidak di Jawa.
Yang paling kutakutkan adalah apakah dalam 5 tahun ini anggota keluargaku masih utuh? Merupakan pemikiran yang paling menyeramkan bagiku. Itulah hal utama yang memicu pertanyaan: haruskah aku bertahan di sini?
Sering pikiran tentang "apakah ini jalan yang benar buatku?" mengusik pikiranku, mempengaruhi sikap dan perasaanku. Bahkan baru kali ini aku nekat posting hal seperti ini di blogku.
Rencanaku memang cuma bertahan di PT ini selama 5 tahun kalau aku masih di luar jawa. Lain halnya kalau bisa ditempatkan di daerah Jawa, kemungkinan bisa lebih lama. Aku ingin setelah berkeluarga nanti menetap di Jogja, atau paling tidak di Jawa.
Yang paling kutakutkan adalah apakah dalam 5 tahun ini anggota keluargaku masih utuh? Merupakan pemikiran yang paling menyeramkan bagiku. Itulah hal utama yang memicu pertanyaan: haruskah aku bertahan di sini?
14 July 2009
13 July 2009
12 July 2009
24 June 2009
Validasi
Sebenarnya telat posting ini ku tulis sekarang. Karena validasiku sudah berlangsung kemarin tanggal 9-10 Juni 2009. Tapi nggak masalah. Yang penting tercatat sebagai salahsatu peristiwa besar dalam hidupku.
Di akhir masa training di kota sangatta ini aku harus menjalani tes menjadi mekanik tetap di perusahaan dealer alat berat ini. Assesment level 1 atau validasi namanya. Tesnya bukan berupa tes mengerjakan soal tapi berupa tes praktek mengerjakan sesuatu job dan harus dikerjakan sesuai prosedur dan harus selesai dalam waktu yang telah ditentukan. Terdengar sulit dan rumit tapi sebenarnya mudah dan ringan karena job yang diberikan tergolong simpel, mudah, tapi tetap tidak bisa dikerjakan asal-asalan dan harus sesuai prosedur.
Memang sih kemarin pas hari H-nya sempat grogi juga. Yang namanya tes kan ada pengawasnya, jadi bikin grogi juga. Tapi cuma sedikit.
Rasa deg-degan ada juga tapi tak sebesar masa lalu saat masih STM uji kompetensi. Sama ujian praktek juga tapi lebih besar skalanya karena Job yang diberikan waktu itu tidak tanggung-tanggung! Overhaul mesin dari mobil asli milik orang luar! Jadi bukan pekerjaan sepele yang bisa dianggap remeh, karena kalau setelah Overhaul itu ada masalah pada mobil yang bersangkutan, kami yang harus bertanggung jawab, bukan sekolah. Jadi benar benar bikin deg-degan.
Otomatis level deg-degan dan rasa lega saat kelulusan diumumkan jauh berbeda. Kalo pas STM pas pengumuman kelulusan dinyatakan rasanya legaaaa banget. beban berpuluh-puluh ton yang tadinya serasa membebani punggungku terasa hilang. Makan dan tidur jadi enak lagi. Tapi pas pengumuman validasi lebih terasa biasa saja. Seolah-olah tidak ada yang spesial. Justru yang spesial adalah kenyataan bahwa sebentar lagi aku pulkam! Rasa kangen di hati tak tertahankan lagi.
Tapi yang jelas, sekarang gambaran karir di mataku semakin jelas. Aku akan menjadi mekanik alat berat!
Di akhir masa training di kota sangatta ini aku harus menjalani tes menjadi mekanik tetap di perusahaan dealer alat berat ini. Assesment level 1 atau validasi namanya. Tesnya bukan berupa tes mengerjakan soal tapi berupa tes praktek mengerjakan sesuatu job dan harus dikerjakan sesuai prosedur dan harus selesai dalam waktu yang telah ditentukan. Terdengar sulit dan rumit tapi sebenarnya mudah dan ringan karena job yang diberikan tergolong simpel, mudah, tapi tetap tidak bisa dikerjakan asal-asalan dan harus sesuai prosedur.
Memang sih kemarin pas hari H-nya sempat grogi juga. Yang namanya tes kan ada pengawasnya, jadi bikin grogi juga. Tapi cuma sedikit.
Rasa deg-degan ada juga tapi tak sebesar masa lalu saat masih STM uji kompetensi. Sama ujian praktek juga tapi lebih besar skalanya karena Job yang diberikan waktu itu tidak tanggung-tanggung! Overhaul mesin dari mobil asli milik orang luar! Jadi bukan pekerjaan sepele yang bisa dianggap remeh, karena kalau setelah Overhaul itu ada masalah pada mobil yang bersangkutan, kami yang harus bertanggung jawab, bukan sekolah. Jadi benar benar bikin deg-degan.
Otomatis level deg-degan dan rasa lega saat kelulusan diumumkan jauh berbeda. Kalo pas STM pas pengumuman kelulusan dinyatakan rasanya legaaaa banget. beban berpuluh-puluh ton yang tadinya serasa membebani punggungku terasa hilang. Makan dan tidur jadi enak lagi. Tapi pas pengumuman validasi lebih terasa biasa saja. Seolah-olah tidak ada yang spesial. Justru yang spesial adalah kenyataan bahwa sebentar lagi aku pulkam! Rasa kangen di hati tak tertahankan lagi.
Tapi yang jelas, sekarang gambaran karir di mataku semakin jelas. Aku akan menjadi mekanik alat berat!
27 May 2009
21 May 2009
28 April 2009
Horeeeee! Keponakan Baru!
Tanggal 25 April lalu. Hari sabtu. Gue baru aja pulang kerja. Biasanya klo habis pulang kerja gue jarang langsung mandi. Nunggu keringat kering dulu. Soalnya kata orang tua klo mandi pas masih berkeringat bisa bikin sakit. Gue nggak gitu percaya sih tapi juga males nyobain. Sambil istirahat sejenak gue iseng mo nelpon mami di rumah. Tapi nggak mau nyambung. Udah gue coba beberapa kali tetep nggak nyambung. Kebiasaan sih Flexi kayak gitu. Tapi nggak masalah. Gue masih ada alternatif lain. Gue hubungi kakak perempuan gue yang nomor 4.
Tuuuuut tuuuuut. Terdengar nada sambung tanpa Flexitone.
"Wssalamu'alaikum," sapa gue.
"Wa'alaikum salam," terdengar suara cowok di sana. Yang ngangkat suami kakak gue.
"Ada apa, Ris?" tanyanya.
"Nggak, aku mo nelfo ibu cuman gangguan. Sampeyan sekarang di mana?" tanya gue.
"Aku lagi di rumah sakit nih," kata kakak gue.
"Lho? siapa yang sakit? Nungguin siapa?" tanya gue penasaran plus rada kuatir.
"Mbak Atik," jawabnya singkat.
"Lho sakit apa mbak atik?" kali ini gue bener-bener kuatir.
"Nggak. Udah mo ngelahirin," katanya.
Rasa kuatir gue jadi berubah rasa gembira bukan main.
"Udah? Kapan?" Kata gue sambil tersenyum lebar. Mungkin nada suara gue juga jadi berubah drastis.
"Belum kok. Paling ntar malem ato besik pagi. Jangan bilang-bilang orang rumah lho! kita MO latihan mandiri," kata kakak gue mewanti wanti.
"Oke, Beres! Tenang aja! Kalo udah lahir aku dikasih tau ya?" kata gue.
"Oke lah. Yah, doanya aja ya?"
"Okey. Smoga smua lancar sesuai harapan. Anak ma ibunya sehat semua. Amin," gue ndoain
"Amin amin," katanya mengaimin
"Ya udah klo sampeyan lagi sibuk, besok aja lah. Wassalamu'alaikum!" kata gue menutup dialog.
"Wa'alaikum salam!"
Transmisi terputus.
Begitulah. Sisa sore gue terasa menyenangkan banget. Padahal gue bukan bapaknya, tapi gue merasa seneng banget, seolah-olah gue yang bakalan punya anak. Gue jadi mikir kayak ginikah perasaan punya anak pertama? Ah! Nggak taulah.
Besoknya sore-sore habis pulang kerja gue nelfon lagi. Katanya udah lahir. Cowok. Bayi ma ibunya sehat semua. Katanya lahirnya sekitar jam setengah sembilan kemaren.
Tuuuuut tuuuuut. Terdengar nada sambung tanpa Flexitone.
"Wssalamu'alaikum," sapa gue.
"Wa'alaikum salam," terdengar suara cowok di sana. Yang ngangkat suami kakak gue.
"Ada apa, Ris?" tanyanya.
"Nggak, aku mo nelfo ibu cuman gangguan. Sampeyan sekarang di mana?" tanya gue.
"Aku lagi di rumah sakit nih," kata kakak gue.
"Lho? siapa yang sakit? Nungguin siapa?" tanya gue penasaran plus rada kuatir.
"Mbak Atik," jawabnya singkat.
"Lho sakit apa mbak atik?" kali ini gue bener-bener kuatir.
"Nggak. Udah mo ngelahirin," katanya.
Rasa kuatir gue jadi berubah rasa gembira bukan main.
"Udah? Kapan?" Kata gue sambil tersenyum lebar. Mungkin nada suara gue juga jadi berubah drastis.
"Belum kok. Paling ntar malem ato besik pagi. Jangan bilang-bilang orang rumah lho! kita MO latihan mandiri," kata kakak gue mewanti wanti.
"Oke, Beres! Tenang aja! Kalo udah lahir aku dikasih tau ya?" kata gue.
"Oke lah. Yah, doanya aja ya?"
"Okey. Smoga smua lancar sesuai harapan. Anak ma ibunya sehat semua. Amin," gue ndoain
"Amin amin," katanya mengaimin
"Ya udah klo sampeyan lagi sibuk, besok aja lah. Wassalamu'alaikum!" kata gue menutup dialog.
"Wa'alaikum salam!"
Transmisi terputus.
Begitulah. Sisa sore gue terasa menyenangkan banget. Padahal gue bukan bapaknya, tapi gue merasa seneng banget, seolah-olah gue yang bakalan punya anak. Gue jadi mikir kayak ginikah perasaan punya anak pertama? Ah! Nggak taulah.
Besoknya sore-sore habis pulang kerja gue nelfon lagi. Katanya udah lahir. Cowok. Bayi ma ibunya sehat semua. Katanya lahirnya sekitar jam setengah sembilan kemaren.
31 March 2009
New environtment
Hmmm sebenernya posting ini lanjutan dari Finally i have to move.
Jadi aku pindahnya ke sebuah kos kosan yang nggak jauh dari rumah lama. Di situ aku ma temen temen berempat nyewa kamar 2 buah. Jadi satu kamar dua orang. Kamar kami bersebelahan en aku dapet yang paling ujung timur en dekat dunia luar. Jadinya relatif lebih seger coz sirkulasi udara lancar en kalo siang lebih terang juga soalnya jendelanya langsung menghadap timur. Kalo pagi langsung menghadap matahari terbit. Tapi tetep aja sebelah kamarku kebun yang rindang banget. Hampir mirip hutan malah.
Disitulah aku en temen-temen hidup sebulan terakhir ini. Cuman salah satu temenku ada yang "sreg" tinggal di situ jadinya bulan april awal ini tiga orang temenku yang laen mo pindah. Tapi aku tetep tinggal di sini. Aku merasa nyaman ngapai pindah lagi. Emang sih terkesan egois tapi ngapain korban perasaan demi memenuhi ego orang lain? Salah sendiri dong kemaren nggak bilang nggak setuju.
Yang penting bulan depan sapai besok pulang ke jogja aku tetep di situ.
Jadi aku pindahnya ke sebuah kos kosan yang nggak jauh dari rumah lama. Di situ aku ma temen temen berempat nyewa kamar 2 buah. Jadi satu kamar dua orang. Kamar kami bersebelahan en aku dapet yang paling ujung timur en dekat dunia luar. Jadinya relatif lebih seger coz sirkulasi udara lancar en kalo siang lebih terang juga soalnya jendelanya langsung menghadap timur. Kalo pagi langsung menghadap matahari terbit. Tapi tetep aja sebelah kamarku kebun yang rindang banget. Hampir mirip hutan malah.
Disitulah aku en temen-temen hidup sebulan terakhir ini. Cuman salah satu temenku ada yang "sreg" tinggal di situ jadinya bulan april awal ini tiga orang temenku yang laen mo pindah. Tapi aku tetep tinggal di sini. Aku merasa nyaman ngapai pindah lagi. Emang sih terkesan egois tapi ngapain korban perasaan demi memenuhi ego orang lain? Salah sendiri dong kemaren nggak bilang nggak setuju.
Yang penting bulan depan sapai besok pulang ke jogja aku tetep di situ.
Engine Overhaul Project
Well, let's start with what i am doing now.
Udah seminggu lamanya proyek ini berlangsung. Jadi aku ma temen-temen ku yang dari jakarta (aku kan statusnya kiriman dari jakarta) dikasih tugas ma TC department buat merekondisi engine bekas. Ada dua engine nih. 2 Engine yang sama en sejenis (bahkan spesifikasinya pun sama mo di bongkar di pilih mana parts yang masih layak pake en nggak. Part yang masih bisa dipake dirakit lagi en dijadiin engine yang bisa di start, walaupun nantinya nggak bisa dikasih beban. Trus yang satunya dirakit lagi trus rencananya mo disumbangin buat salah satu STM si Sengatta ini buat belajar siswanya.
Ya udah seminggu ini berlangsung tapi hampir semua parts nggak layak pakai. Bahkan parts yang vital kayak main bearing dll nggak layak pakai. Entah nantinya bakal di gimanain tuh engine terserah pihak TC. Tapi yang jelas kalo aku boleh su'udzan TC nggak mampu buat beli parts baru yang relatif mahal. Bahkan mahal banget.
Udah seminggu lamanya proyek ini berlangsung. Jadi aku ma temen-temen ku yang dari jakarta (aku kan statusnya kiriman dari jakarta) dikasih tugas ma TC department buat merekondisi engine bekas. Ada dua engine nih. 2 Engine yang sama en sejenis (bahkan spesifikasinya pun sama mo di bongkar di pilih mana parts yang masih layak pake en nggak. Part yang masih bisa dipake dirakit lagi en dijadiin engine yang bisa di start, walaupun nantinya nggak bisa dikasih beban. Trus yang satunya dirakit lagi trus rencananya mo disumbangin buat salah satu STM si Sengatta ini buat belajar siswanya.
Ya udah seminggu ini berlangsung tapi hampir semua parts nggak layak pakai. Bahkan parts yang vital kayak main bearing dll nggak layak pakai. Entah nantinya bakal di gimanain tuh engine terserah pihak TC. Tapi yang jelas kalo aku boleh su'udzan TC nggak mampu buat beli parts baru yang relatif mahal. Bahkan mahal banget.
Huaaaah! welkambek blogger!
Dah lamaaaa banget nggak posting neh!
jadi kaku juga ngetik pake QWERTY keyboard. Jadinya ya agak kacau! Awalnya banyak salahnya kalo ngetik jadi tambah banyak kekhilafannya.
Ya wes yang penting ada dua gudang (nggak cuman segudang) cerita yang mestinya kau saksikan.. (eh malah Ebiet G Ade nimbrung) cerita yang mau ku postingin. wew!
O ya, buat aku sendiri: tiga bulan lagi! semangat!!!!!
jadi kaku juga ngetik pake QWERTY keyboard. Jadinya ya agak kacau! Awalnya banyak salahnya kalo ngetik jadi tambah banyak kekhilafannya.
Ya wes yang penting ada dua gudang (nggak cuman segudang) cerita yang mestinya kau saksikan.. (eh malah Ebiet G Ade nimbrung) cerita yang mau ku postingin. wew!
O ya, buat aku sendiri: tiga bulan lagi! semangat!!!!!
03 March 2009
Finally I have to move...
Grrrrk...Grrrrrk...Grrrrrk...
HaPeku bergetar ti ga kali menandakan ada pesan masuk, kemaren pas aku lagi di workshop. Aku lupa hari dan tanggalnya, tapi yang jelas menjelang akhir bulan februari kemaren. kerjaan lagi sepi, jadi aku menyempatkan diri membuka SMS yang masuk. Ternyata dari pemilik rumahku. Beliau bilang rumah udah 90% terjual. Jadi aku harus pindah paling lambat besok tanggal 7 maret.
Kalo soal rumah pengganti mah udah ada gambaran. Udah ada cadangan dimana-mana. Tapi pilihan jatuh ke sebuah kost-kostan yang letaknya nggak jauh dari rumahku yang sekarang. Cuman berjarak sekitar 10 rumah. Tapi ada beberapa masalah seh, tapi ceritanya panjang. Next time tak ceritain.
Well yang jelas besok tanggal 7 maret pindah ke rumah baru.
HaPeku bergetar ti ga kali menandakan ada pesan masuk, kemaren pas aku lagi di workshop. Aku lupa hari dan tanggalnya, tapi yang jelas menjelang akhir bulan februari kemaren. kerjaan lagi sepi, jadi aku menyempatkan diri membuka SMS yang masuk. Ternyata dari pemilik rumahku. Beliau bilang rumah udah 90% terjual. Jadi aku harus pindah paling lambat besok tanggal 7 maret.
Kalo soal rumah pengganti mah udah ada gambaran. Udah ada cadangan dimana-mana. Tapi pilihan jatuh ke sebuah kost-kostan yang letaknya nggak jauh dari rumahku yang sekarang. Cuman berjarak sekitar 10 rumah. Tapi ada beberapa masalah seh, tapi ceritanya panjang. Next time tak ceritain.
Well yang jelas besok tanggal 7 maret pindah ke rumah baru.
24 February 2009
Cicak sialaaan!!!
Maghrib,malem senin kemaren. Jadi tanggal 22 Februari 2008. Harusnya dari kemaren aku posting tapi karena ada halangan jadi nggak bisa.
Jadi aku ma temenku sholat maghrib bareng. Kita pergi ke mesjid sama-sama. Temenku ini baru kali ini sholat maghrib jama'ah di mesjid, en itu pun aku yang ngajak (cie... Sombongnya...). Jadilah kita sampe mesjid en pas imamnya Takbiratul Ikhram.
Nah, pas dapet raka'at ke-2, ada sesuatu yang jatuh ke tanganku. Otomatis aku langsung liat, en mataku menangkap benda berukuran kurang lebih 9x2 mm, berbentuk lonjong berwarna hitam, lengkap dengan titik putih kecil di salahsatu ujungnya. Otakku segera menerjemahkannya sebagai kotoran cicak, en status: N A J I S. Langsung aja aq berhenti sholat en keluar dari shaf. Sempat juga seh ngumpat yang agak kasar gitu (d**n!) di dalem masjid, tapi berbisik aja (tapi tetep aja ngumpat. Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini yang selalu berbuat khilaf...). Jadinya aku ketinggalan 2 raka'at. Geraaam banget aku ma tuh cicak. Selesai sholat pas aku sedikit berdzikir aku ngeliat ke langit-langit masjid, en liat seekor cicak lari sembunyi, seolah menghindari tatapan tajam dan penuh kejengkelanku. Sempat juga berandai-andai kalo saat itu aq megang Magnum Sniper Rifle, aku akan membidik kepalanya en "do a headshot".
Jadi aku ma temenku sholat maghrib bareng. Kita pergi ke mesjid sama-sama. Temenku ini baru kali ini sholat maghrib jama'ah di mesjid, en itu pun aku yang ngajak (cie... Sombongnya...). Jadilah kita sampe mesjid en pas imamnya Takbiratul Ikhram.
Nah, pas dapet raka'at ke-2, ada sesuatu yang jatuh ke tanganku. Otomatis aku langsung liat, en mataku menangkap benda berukuran kurang lebih 9x2 mm, berbentuk lonjong berwarna hitam, lengkap dengan titik putih kecil di salahsatu ujungnya. Otakku segera menerjemahkannya sebagai kotoran cicak, en status: N A J I S. Langsung aja aq berhenti sholat en keluar dari shaf. Sempat juga seh ngumpat yang agak kasar gitu (d**n!) di dalem masjid, tapi berbisik aja (tapi tetep aja ngumpat. Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini yang selalu berbuat khilaf...). Jadinya aku ketinggalan 2 raka'at. Geraaam banget aku ma tuh cicak. Selesai sholat pas aku sedikit berdzikir aku ngeliat ke langit-langit masjid, en liat seekor cicak lari sembunyi, seolah menghindari tatapan tajam dan penuh kejengkelanku. Sempat juga berandai-andai kalo saat itu aq megang Magnum Sniper Rifle, aku akan membidik kepalanya en "do a headshot".
17 February 2009
Manusiakanlah Benda
Aku inget nasihat guru kejuruanku pas aku masih STM. Beliau pernah bilang gini: "Manusiakan barang-barangmu, maka kamu juga akan dimanusiakan oleh barang-barangmu itu." Trus beliau ambil contoh sepeda motor. Kalau kita "memanusiakan" sepeda motor kita misalnya tiap hari di cek kondisinya, dibersihin, dicuci, maka kita nggak akan dapet masalah dengan motor kita. Artinya motor kita "memanusiakan" kita. Coba kalo kita nggak "memanusiakan" motor kita, nggak pernah dirawat, nggak pernah dicek kondisinya, atau bahkan nggak pernah diganti oli, maka cepat atau lambat kita pasti dapat masalah dengan motor kita. Misalnya pas di jalan, tau-tau bannya bocor, trus kita musti jalan jauh buat cari tambal ban, atau rusak parah, jadi harus keluar biaya banyak buat mbetulin motor. Kalo dipikir pikir hal itu nggak cuman bisa terjadi ma motor kita, semua ben da yang kita punya perlu kita rawa, kita manusiakan. So, let's do it!
Ketinggalan Bis...
Minggu, 15 Februari 2008 (Ngapain juga aku tulis lagi? kan udah ada???)
Kemaren minggu pagi aku en temen-temen bangunnya kesiangan. Padahal aku nggak tidur kemaleman. Jadinya ya, semua serba terburu-buru. Udah kebiasaan buat ku ma temen-temen kalo pagi beli lauk buat makan siang di Workshop, daripada beli nasi di kantin yang relatif lebih mahal. Jadi minggu pagi itu aku lari-lari ke warung nasi deket halte bus buat beli lauk (nasinya dah bawa sendiri dari rumah), padahal waktunya mepet. Temenku nyuruh nggak usah beli aja, soalnya udah siang, bentar lagi busnya dateng. Aku liat jam, udah 06.13 WITA. Biasanya kalo minggu bisa sampe jam 06.15 WITA busnya baru datang. 2 menit cukuplah, pikirku. Aku tetep aja beli, temenku nunggu bus di halte.
Pas aku lari ke halte, bus ternyata udah dateng en baru aja mulai jalan. Aku lari secepatnya ke arah halte, cuman udah telat. Aku tetep lari, sampai akhirnya bus itu dah jauh. Bingung, capek (karena lari), jengkel, khawatir, jadi satu. Langsung aku telfon temenku yang udah di dalam bus.
"Kok nggak nyuruh supirnya nungu bentar aja!?" aku agak mbentak, soalnya jengkel banget.
dia jawab sih, tapi nggak aku dengerin, langsung aja ku matiin. Jengkel sih...
Trus aku duduk di halte nenangin pikiran, sambil nyari solusi. Hape ku bergetar, temenku manggil. Aku angkat. Dia bilang numpang aja bus UT(united tractors, Workshopnya sebelahan ma Workshopku). Oke deh, aku menyetujui. Nggak lama bus yang kuharapkan datang. Aku nanya ma supirnya, boleh nggak numpang, en dia ngizinin. Aku naik deh. Busnya nyamaaan banget. Full AC, suspensinya lembut, getarannya minim banget. Nggak kayak busku. En finally nyampe juga di workshop... Fffuhh... nggak jadi bolos...
Kemaren minggu pagi aku en temen-temen bangunnya kesiangan. Padahal aku nggak tidur kemaleman. Jadinya ya, semua serba terburu-buru. Udah kebiasaan buat ku ma temen-temen kalo pagi beli lauk buat makan siang di Workshop, daripada beli nasi di kantin yang relatif lebih mahal. Jadi minggu pagi itu aku lari-lari ke warung nasi deket halte bus buat beli lauk (nasinya dah bawa sendiri dari rumah), padahal waktunya mepet. Temenku nyuruh nggak usah beli aja, soalnya udah siang, bentar lagi busnya dateng. Aku liat jam, udah 06.13 WITA. Biasanya kalo minggu bisa sampe jam 06.15 WITA busnya baru datang. 2 menit cukuplah, pikirku. Aku tetep aja beli, temenku nunggu bus di halte.
Pas aku lari ke halte, bus ternyata udah dateng en baru aja mulai jalan. Aku lari secepatnya ke arah halte, cuman udah telat. Aku tetep lari, sampai akhirnya bus itu dah jauh. Bingung, capek (karena lari), jengkel, khawatir, jadi satu. Langsung aku telfon temenku yang udah di dalam bus.
"Kok nggak nyuruh supirnya nungu bentar aja!?" aku agak mbentak, soalnya jengkel banget.
dia jawab sih, tapi nggak aku dengerin, langsung aja ku matiin. Jengkel sih...
Trus aku duduk di halte nenangin pikiran, sambil nyari solusi. Hape ku bergetar, temenku manggil. Aku angkat. Dia bilang numpang aja bus UT(united tractors, Workshopnya sebelahan ma Workshopku). Oke deh, aku menyetujui. Nggak lama bus yang kuharapkan datang. Aku nanya ma supirnya, boleh nggak numpang, en dia ngizinin. Aku naik deh. Busnya nyamaaan banget. Full AC, suspensinya lembut, getarannya minim banget. Nggak kayak busku. En finally nyampe juga di workshop... Fffuhh... nggak jadi bolos...
Kangen Uyon-Uyon
Tau uyon uyon? Ada juga yang bilang klenengan. Musik asli jawa yang bikin hati tentram, damai. Pokoke slow banget! Aku nggak gitu suka seh, secara aku lebih suka musik yang membangkitkan semangan dan sense. Tapi aku kangen ma tuh lagu. Bukan kangen ma lagunya seh, tapi kangen ma suasananya, suasana yang ditimbulkan pas musik itu diputer. Gini nih ceritanya...
Kemaren sabtu, aku kan kerja. Pas istirahat pagi, sekitar jam 09.30 WITA, sampe 09.45WITA. Ada yang muter lagu itu lewat hape. Padahal yang muter orang yang sama sekali nggak tau bahasa jawa. Tau, tapi yang umum banget. Yang halus-halus gitu sama sekali nggak tau dia. Dia muternya keras-keras, jadi aku denger. Aku jadi keinget masa lalu, pas masih di jogja. Aku masih SMP, en lagi sakit, jadi wajib en kudu tidur seharian. Dulu aku susaaah banget kalo disuruh tidur siang, bahkan pas lagi sakit. Tapi waktu itu tetangga sebelahku nyalain radio, yang nyiarin uyon-uyon, keras-keras. Otomatis aku denger. Aku nggak terganggu, bahkan menikmtainya. En tau-tau dah terlelap pulas...
he..he...he...
lagu jawa emang peace dah!
Kemaren sabtu, aku kan kerja. Pas istirahat pagi, sekitar jam 09.30 WITA, sampe 09.45WITA. Ada yang muter lagu itu lewat hape. Padahal yang muter orang yang sama sekali nggak tau bahasa jawa. Tau, tapi yang umum banget. Yang halus-halus gitu sama sekali nggak tau dia. Dia muternya keras-keras, jadi aku denger. Aku jadi keinget masa lalu, pas masih di jogja. Aku masih SMP, en lagi sakit, jadi wajib en kudu tidur seharian. Dulu aku susaaah banget kalo disuruh tidur siang, bahkan pas lagi sakit. Tapi waktu itu tetangga sebelahku nyalain radio, yang nyiarin uyon-uyon, keras-keras. Otomatis aku denger. Aku nggak terganggu, bahkan menikmtainya. En tau-tau dah terlelap pulas...
he..he...he...
lagu jawa emang peace dah!
Pindah????
Satu sore menjelang malam. Bahkan emang udah malem. Yowes lah. Suatu malam, kalo nggak salah malem sabtu sekitar jam 7 WITA, yang punya rumah kontrakan, namanya Pak Doni, dateng ke rumah. MO ngobrol-ngobrol gitu katanya. Wadhuh, ada apa neh? Batinku. Aku diajak ke rumah utama. (rumah yang kutempatin ma temen-temen cuman rumah tambahan kecil, trus rumah utamanya milik bapaknya Pak Doni).
Abis pake celana panjang, bar sopan gitu, aku naik, ke rumah utama. Pak Doni udah nunggu.
"Mas Daris, kemaren awal perjanjian kan saya pernah bilang kalo rumah ini mo dijual. Yang beli orang padang,"kata pak Doni
Aku udah tau arah pembicaraan. Berarti aku harus pindah nih. Hua.......
Trus beliau ngelanjutin
"Awalnya yang mo beli rumah nggak masalah Mas Daris ma temen-temen tinggal di bawah"
Aku jadi sedikit lega...
"Tapi belakangan mereka berubah pikiran, jadi Mas Daris ma temen-temen harus pindah. Ya, mau gimana lagi?" Beliau mengakhiri kalimatnya.
Kelegaanku hilang, berganti dengan bermacam-macam pikiran. Mulai dari gimana nanti, kapan pindah, pindah ke mana? dsb
Trus pak Doni ngejelasin keterangan lebih lanjut tentang kapan musti pindah, terms of condition, masalah keuangannya, de el el.
Well, mo gimana lagi? Harus pindah. Tapi katanya kalo rumah ini jadi kejual (jadi masih ada kemungkinan nggak jadi pindah), aku musti pindah besok maret awal bulan. Trus kalo nggak jadi ya, nggak jadi pindah. Semoga saja nggak jadi pindah. Soalnya aku dah terlanjur betah di rumah ini....
Abis pake celana panjang, bar sopan gitu, aku naik, ke rumah utama. Pak Doni udah nunggu.
"Mas Daris, kemaren awal perjanjian kan saya pernah bilang kalo rumah ini mo dijual. Yang beli orang padang,"kata pak Doni
Aku udah tau arah pembicaraan. Berarti aku harus pindah nih. Hua.......
Trus beliau ngelanjutin
"Awalnya yang mo beli rumah nggak masalah Mas Daris ma temen-temen tinggal di bawah"
Aku jadi sedikit lega...
"Tapi belakangan mereka berubah pikiran, jadi Mas Daris ma temen-temen harus pindah. Ya, mau gimana lagi?" Beliau mengakhiri kalimatnya.
Kelegaanku hilang, berganti dengan bermacam-macam pikiran. Mulai dari gimana nanti, kapan pindah, pindah ke mana? dsb
Trus pak Doni ngejelasin keterangan lebih lanjut tentang kapan musti pindah, terms of condition, masalah keuangannya, de el el.
Well, mo gimana lagi? Harus pindah. Tapi katanya kalo rumah ini jadi kejual (jadi masih ada kemungkinan nggak jadi pindah), aku musti pindah besok maret awal bulan. Trus kalo nggak jadi ya, nggak jadi pindah. Semoga saja nggak jadi pindah. Soalnya aku dah terlanjur betah di rumah ini....
10 February 2009
Finally the Brontok has gone!
Makasih ya mbak furan buat antivirusnya?
It works!
Setelah kemaren flashku kena virus, tadi pagi aku ke warnet trus download antivirus kiriman kakakku. langsung aja aku install ke komputer. Untung komputer yang kupae' belum kena virus.
Pas aku connect flashku, langsung tuh virus kedetect semua. Well langsung di clean and clear all that viruses!
well, tanks ya mbak?
It works!
Setelah kemaren flashku kena virus, tadi pagi aku ke warnet trus download antivirus kiriman kakakku. langsung aja aku install ke komputer. Untung komputer yang kupae' belum kena virus.
Pas aku connect flashku, langsung tuh virus kedetect semua. Well langsung di clean and clear all that viruses!
well, tanks ya mbak?
Sore yang buruk
Well...
Apes banget dah kemaren sore itu...
Aku kan ke warnet yang deket rumah. Niatnya mo clean-up viruses gitu. Eh dasar apes malah flash ku kena Brontok. Udah ak kasih bedak ansav ngak mempan. Aku ngenet smpe malem gitu. Nggakngenet sih. Berusaha bersihin Damn Viruses dari flash disk ku. Tapi nihil. Usahaku sia-sia. Trus aku sms kakakku (kakak ketemu gede, tapi bener-bener kakak!nggak lebih!), minta di kirimin PCmedia last update. Dengan rasa dongkol dan laper yang amat sangat,aku pun pulang ke rumah. Langsung aja aku ke dapur cari makanan, tapi nggak nemu. Padahal didalem panci ada mi rebus bikinan anak-anak tadi, cuman aku nggak liat. Ya udah. Males mo melek lagi aku langsung gosok gigi trus prepare bantal langsung pergi ke alam mimpi, dalam penderitaan rasa lapar. Paginya baru tau aku kalo ada mie rebus di panci. Huuuh! Nyesel banget. Yo wes lah. Nggak papa.
Huff... benar-benar sore yang buruk....
Apes banget dah kemaren sore itu...
Aku kan ke warnet yang deket rumah. Niatnya mo clean-up viruses gitu. Eh dasar apes malah flash ku kena Brontok. Udah ak kasih bedak ansav ngak mempan. Aku ngenet smpe malem gitu. Nggakngenet sih. Berusaha bersihin Damn Viruses dari flash disk ku. Tapi nihil. Usahaku sia-sia. Trus aku sms kakakku (kakak ketemu gede, tapi bener-bener kakak!nggak lebih!), minta di kirimin PCmedia last update. Dengan rasa dongkol dan laper yang amat sangat,aku pun pulang ke rumah. Langsung aja aku ke dapur cari makanan, tapi nggak nemu. Padahal didalem panci ada mi rebus bikinan anak-anak tadi, cuman aku nggak liat. Ya udah. Males mo melek lagi aku langsung gosok gigi trus prepare bantal langsung pergi ke alam mimpi, dalam penderitaan rasa lapar. Paginya baru tau aku kalo ada mie rebus di panci. Huuuh! Nyesel banget. Yo wes lah. Nggak papa.
Huff... benar-benar sore yang buruk....
09 February 2009
The Lunatic Boy
Beberapa hari yang lalu aku ngasih tau ke sesosok Lunatic boy buat mbuka blogku en ngasih komen postingnya. En sekarang tuh Lunatic Boy bener-bener jadi getol ngasih komen, dari yang membangun (relatif dikit) ampe yang menghancurkan (lebih banyak, lebih konyol, tapi lebih seru!).
But thanks anyway buat komennya!
Aku hargai usahamu kawan!
Buat yang ngerasa buat blog di blogspot donk!
But thanks anyway buat komennya!
Aku hargai usahamu kawan!
Buat yang ngerasa buat blog di blogspot donk!
Do'a Khotmil Qur'an-nya Mami
Tadi pagi aku kan nelfon rumah. Sengaja mo nelfon Mami. Tapi mami lagi tadarus. Pas mo aku tutup telefonnya beliau bilang nggak usah ditutup. Soalnya mami dah hampir khatam, gitu. Trus aku disuruh ngaminin do'a khotmil Qur'an ntar habis khatam tadarusannya mami. Jadi aku tunggu sampe kelar, trus tiba lah saatnya mami membaca doa khotmil Qur'an. Di akhir do'a, mami juga berdoa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan, istiqomah dalam ibadah de el el , untuk beliau sendiri en seluruh keluarga, dalam bahasa jawa. Trus yang paling akhir--ini yang bikin aku kaget, seneng, bingung, dll-- beliau mendo'akan khusus buatku. begini kira kira bunyinya
"Ya Allah, mugi paring dateng daris hasil anggene nyambut gawe, angsal jodho ingkang sholihah, bekti marang wong tuwo, ayu, amin" (Ya Allah. BErikanlah kepada daris sukses dalam bekerja, mendapat jodoh yang sholihah, berbakti pada orang tua, dan cantik. Amin)
Begitulah kira-kira. Tau gitu, aku "amin"-nya mantep banget. habis menggiurkan semuanya... He...he...he...
So, kalo di antara pembaca ada yang merasa masuk kriteria di atas, call me soon. He...he..he... nggak ding! Bercanda!
Kalo udah jodoh pasti nggak akan kemana....
"Ya Allah, mugi paring dateng daris hasil anggene nyambut gawe, angsal jodho ingkang sholihah, bekti marang wong tuwo, ayu, amin" (Ya Allah. BErikanlah kepada daris sukses dalam bekerja, mendapat jodoh yang sholihah, berbakti pada orang tua, dan cantik. Amin)
Begitulah kira-kira. Tau gitu, aku "amin"-nya mantep banget. habis menggiurkan semuanya... He...he...he...
So, kalo di antara pembaca ada yang merasa masuk kriteria di atas, call me soon. He...he..he... nggak ding! Bercanda!
Kalo udah jodoh pasti nggak akan kemana....
keranjngan fotografi...
Mungkin lebih tepatnya narsis, soalnya rata-rata objek fotoku aku sendiri. Tapi klo ada objek menarik ya aku shoot, misal sunrise, nice view, or apalah. Bahkan kucing juga jadi salah satu objek liar fotoku. Secara aku suka banget ma kucing.
Bermodal kamera dari HP sonyericsson katrok n jadul dengan resolusi yang minim banget, tapi keliatan lumayan pas dibuka lewat komputer. Masih keliatan kabur sih, secara levelnya belum cybershot. Well, tapi besok kalo udah siap modal, mo upgrade hape yan kameranya sedikit di atasnya lagi.
Ini nih beberapa dari sekian hasil fotoku...
.jpg)
Bermodal kamera dari HP sonyericsson katrok n jadul dengan resolusi yang minim banget, tapi keliatan lumayan pas dibuka lewat komputer. Masih keliatan kabur sih, secara levelnya belum cybershot. Well, tapi besok kalo udah siap modal, mo upgrade hape yan kameranya sedikit di atasnya lagi.
Ini nih beberapa dari sekian hasil fotoku...
.jpg)
08 February 2009
flash-failed
Nggak tau kenapa, entah profileku terlalu bagus sampe pihak fs sirik trus mbikin profileku nggak bisa njalanin aplikasi flash. Jadinya gagal buat memuat musik, trus slideshow, de-el-el. Pokoknya yang pake flash gagal di profileku. Nggak mau muncul. Menyebalkan sekali...
si pitung: pajaknya abis
Baru aja aku nelfon mama (cie.. mama.... padahal biasanya manggil "mbok..." gitu... secara jawa tulen).
Beliau bilang gini
"Ris. Pitungmu pajeke entek!" (ris,pitungmu (honda c70,classic) pajaknya habis)
"Lha trus pripun to bu'?"jawabku (trus bagaimana bu'?)
"Arep tak urus ki, ning raono katepemu. Tok gowo to?" beliau bilang gitu(mau ku urus tapi ktpmu nggak ada. kamu bawa kan?)
"Inggih je. Nggih empun, mangkeh tak kirimke lewat e-mail. benjang ben di prinke mbak atik mawon"jawabku (iya nih. Ya sudah, nanti saya kirimkan lewat email. Besok biar diprint ma mbak atik (mbak atik tuh kakakku))
Begitulah,habis itu kita ngobrol biasa aja.
Abis itu, transmisi terputus. Bukan terputus ding, sengaja diakhiri. Soalnya mami mau istirahat dulu. Ya sudah, aku langsung aja ke warnet, minta scan ktpku. Tapi, olala! Mahal abis bro!sekali nyecan 2500 perak melayang. Padahal di rumah cuman sekitar 1000 perak aja sekali nyecan. Tapi ya sudahlah, nggak papa. Yang penting Pajak si Pitung nggak telat, ato mati. Walau si Pitung sendiri sempat hampir collapse gara-gara lubrication system failed.
Beliau bilang gini
"Ris. Pitungmu pajeke entek!" (ris,pitungmu (honda c70,classic) pajaknya habis)
"Lha trus pripun to bu'?"jawabku (trus bagaimana bu'?)
"Arep tak urus ki, ning raono katepemu. Tok gowo to?" beliau bilang gitu(mau ku urus tapi ktpmu nggak ada. kamu bawa kan?)
"Inggih je. Nggih empun, mangkeh tak kirimke lewat e-mail. benjang ben di prinke mbak atik mawon"jawabku (iya nih. Ya sudah, nanti saya kirimkan lewat email. Besok biar diprint ma mbak atik (mbak atik tuh kakakku))
Begitulah,habis itu kita ngobrol biasa aja.
Abis itu, transmisi terputus. Bukan terputus ding, sengaja diakhiri. Soalnya mami mau istirahat dulu. Ya sudah, aku langsung aja ke warnet, minta scan ktpku. Tapi, olala! Mahal abis bro!sekali nyecan 2500 perak melayang. Padahal di rumah cuman sekitar 1000 perak aja sekali nyecan. Tapi ya sudahlah, nggak papa. Yang penting Pajak si Pitung nggak telat, ato mati. Walau si Pitung sendiri sempat hampir collapse gara-gara lubrication system failed.
05 February 2009
kesembur dry nitrogen plus oli neh... hix hix
Well, awal bulan kerja di overhaul section diawali dengan kejadian yang nggak enak. Nggak bikin cedera sih, tapi bajuku jadi belepotan oli hidrolik SAE 30. Nggak kental banget sih, tapi baunya yang "kental".
Jadi gini ceritanya. Aku kan disuruh ma mekanik seniorku buat ngelepas sebuah plat besi gitu di suspensi OHT (Off highway Truck), nggak tau kalo plat itu terhubung ma bagian dalem suspensi yang isinya oli hidrolik yang dipressurize ma dry nitrogen buat aksi penyerapan getaran. Secara rata-rata suspensi Caterpillar make' sistem suspensi dengan dry nitrogen, tanpa pegas. Pas ku lepas 3 baut yang ngiket plat itu, pelan-pelan en menyilang, tau-tau ada pressure ter-release gitu. "Csssss" gitu. Seniorku bilang, kok ada pressure-nya? Trus dia nyuruh pelan aja bukanya. Jadilah aku bukanya pelan baget. Tapi pas aku nglanjutin buka 1 baut berikutnya, tau-tau nitrogen di dalem suspensi keluar ditambah sejumlah oli. Kalo nitrogennya nggak masalah, tapi yang masalah olinya. Itu tadi, bau.
Ya sudahlah. Bisa jadi pengalaman en bahan introspeksi....
Jadi gini ceritanya. Aku kan disuruh ma mekanik seniorku buat ngelepas sebuah plat besi gitu di suspensi OHT (Off highway Truck), nggak tau kalo plat itu terhubung ma bagian dalem suspensi yang isinya oli hidrolik yang dipressurize ma dry nitrogen buat aksi penyerapan getaran. Secara rata-rata suspensi Caterpillar make' sistem suspensi dengan dry nitrogen, tanpa pegas. Pas ku lepas 3 baut yang ngiket plat itu, pelan-pelan en menyilang, tau-tau ada pressure ter-release gitu. "Csssss" gitu. Seniorku bilang, kok ada pressure-nya? Trus dia nyuruh pelan aja bukanya. Jadilah aku bukanya pelan baget. Tapi pas aku nglanjutin buka 1 baut berikutnya, tau-tau nitrogen di dalem suspensi keluar ditambah sejumlah oli. Kalo nitrogennya nggak masalah, tapi yang masalah olinya. Itu tadi, bau.
Ya sudahlah. Bisa jadi pengalaman en bahan introspeksi....
02 February 2009
Sepi Job

Wew! awal tahun 2009 ini sepi banget job! Sampai-sampai semua anak training termasuk aku disuruh bersih-bersih. Pokoknya semua fasilitas dibersihin, terus dicat ulang. Menyebalkan sekali.
Kata atasanku sih sepinya job kali ini gara gara krisis global. Denger-denger di site lain dah terasa banget bad impact-nya. Nggak tau deh kerasanya gimana. Trus efeknya kayak apa. Soalnya khusus site Sangatta ini belum begitu terasa. Well... Idon't know...
Awal Februari
Wuih!
Udah masuk bulan Februari! Wew! Tinggal 5 bulan lagi en aku bisa pulkam! Udah kangen berat nih ma jogja, bantul, en sekitarnya. En so pasti kangen berat ma ortu, en keluarga. Ponakan-ponakanku juga nggak ketinggalan aku kangenin. Soalnya penasaran nih! Dah bisa apa aja ya mereka? Soalnya rata-rata ponakanku masih pada kecil-kecil! Paling gedhe baru kelas 2 SD. Ah! jadi kangen nih!
Udah masuk bulan Februari! Wew! Tinggal 5 bulan lagi en aku bisa pulkam! Udah kangen berat nih ma jogja, bantul, en sekitarnya. En so pasti kangen berat ma ortu, en keluarga. Ponakan-ponakanku juga nggak ketinggalan aku kangenin. Soalnya penasaran nih! Dah bisa apa aja ya mereka? Soalnya rata-rata ponakanku masih pada kecil-kecil! Paling gedhe baru kelas 2 SD. Ah! jadi kangen nih!
27 January 2009
MUI: Rokok Haram!
kemaren pas aku nonton berita, MUI mau mengeluarkan fatwa bahwa rokok itu haram. Enatah itu sudah deal ato belum , aku nggak tau. Tapi yang jelas aku setuju aja kalo rokok itu dihilangkan dari muka negeri ini. Soalnya kalo dipikir bener-bener nggak ada untungnya ngrokok. Kalo rokoknya sih ada untungnya, soalnya sabagiab besar penghasilan negara berasar dari cukai tembakau. Tapi buat orang yang ngrokok, nggak ada manfaatnya sama sekali! Malah bikin rugi! pokoknya bring more harm than good! Bikin gemuk? nggak, bikin kenyang? nggak juga? bikin sehat? samasekali nggak! malahan bisa jadi sumber penyakit! Kayak peringatan pemerintah gitu! Merokok dapat menyebabkan serangan jantung, impotensi, ed gangguan kehamilan dan janin! Hiiiiyyy... Ngeri deh! Impotent? Jantungan? Nggak ah! males banget. Selain itu ganggu kenyamanan lagi. Kita enak enak bernafas dengan udara segar, trus ada yang ngrokok. Males banget kan? Masa kita musti ngisep asep rokoknya juga? Mendingan ngisep O2 murni, seger. Lah ini, asep, penuh racun lagi. Nggak deh!
Mungkin ada juga orang yang nggak setuju kalo rokok diharamkan mengatakan seperti ini: "kalo rokok diharamkan otomatis pendapatan negara berkurang banyak dong! secara cukai tembakau berkurang!" Kurang lebihnya seperti itu. Tapi emangnya pendapatan negara cuman dari situ aja? Nggak kan? Masih ada pajak, trus cukai-cukai lainnya.
Well, tapi ini cuman opiniku sih, kalo ada yang nggak setuju ato tersinggung, ya maaf. Yang jelas aku tetep setuju aja kalau budaya merokok itu ditiadakan.
Mungkin ada juga orang yang nggak setuju kalo rokok diharamkan mengatakan seperti ini: "kalo rokok diharamkan otomatis pendapatan negara berkurang banyak dong! secara cukai tembakau berkurang!" Kurang lebihnya seperti itu. Tapi emangnya pendapatan negara cuman dari situ aja? Nggak kan? Masih ada pajak, trus cukai-cukai lainnya.
Well, tapi ini cuman opiniku sih, kalo ada yang nggak setuju ato tersinggung, ya maaf. Yang jelas aku tetep setuju aja kalau budaya merokok itu ditiadakan.
26 January 2009
hari yang cerah
Ini bukan judul albumnya peterpan, tapi ini adalah posting yang isinya hari yang cerah. He...he...he...
Jadi hari ini aku kan off, en tadi pagi mentari bersinar cerah banget. Seharian rata-rata panas. Cuman hujan bentar tadi sore. Tapi yang jelas jemuranku udah 60% kering! Pokoknya seneng banget.
Matahari seharian tadi seolah olah mo muas-muasin diri menyinari bumi, secara sorenya mo ada gerhana matahari cincin. Tapi sayang, tadi aku nggak nyaksiin, habis nggak kliatan, ketutup sisa mendung ujan tadi. Tapi kayaknya nggak ada yang beda kok, nggak tambah gelap ato gimana gitu. Nggak tau yang tinggal di pantai ngerasain air pasang ato nggak.
Pokoknya tadi adalah hari yang cerah banget! Smoga besok kayak tadi!
Jadi hari ini aku kan off, en tadi pagi mentari bersinar cerah banget. Seharian rata-rata panas. Cuman hujan bentar tadi sore. Tapi yang jelas jemuranku udah 60% kering! Pokoknya seneng banget.
Matahari seharian tadi seolah olah mo muas-muasin diri menyinari bumi, secara sorenya mo ada gerhana matahari cincin. Tapi sayang, tadi aku nggak nyaksiin, habis nggak kliatan, ketutup sisa mendung ujan tadi. Tapi kayaknya nggak ada yang beda kok, nggak tambah gelap ato gimana gitu. Nggak tau yang tinggal di pantai ngerasain air pasang ato nggak.
Pokoknya tadi adalah hari yang cerah banget! Smoga besok kayak tadi!
Hydro Oxide fueled "CB"
Tau motor CB? Motor keluaran Honda yang termasuk salah satu motor klasik yang aku pengin dapetin. Itulah calon korban ideku yang bikin aku salah ngomong (as i told you in previous posting).
Jadi gini neh idenya. Aku pengin ngubah sumber tenaganya dari bensin jadi hidrogen. Hampir mustahil, tapu kemungkinan ke situ tetap ada. Trus sumber hidrogennya mau aku ambil dari hasil pemisahan hidrogen n oksigen dari air. Jadi air murni gitu dicampur soda, trus dialiri listrik. Ntar timbul reaksi kimia en ngehasilin gas hidrogen. Trus gas hasil reaksi itu dipompa ke sebuah tabung lain buat nampung, en dikasih tekanan. Dari tabung tampungan itu, hidrogennya dialirin ke karburator yang udah dimodifikasi, en selesai. Trus biar nggak perlu cari pom bensin yang jual hidrogen (kayaknya nggak ada deh....), aku pengen naruh reaktor hidrogen tadi di motor. Tapi nggak semudah itu, soalnya masih banyak masalah yang perlu dipecahin, mulai dari naruh aki dengan kapasitas besar ke motor (secara buat ngoperasiin reaktor tadi butuh energi listrik cukup gede), trus buat nge-charge tuh aki butuh alternator mobil juga, jadi mikir naruh alternator mobil ke motor. Trus cara modif karburatornya juga perlu dipikirin betul-betul, secara aku make gas yang sangat mudah terbakar. En masalah teknis lainnya. Pokonya ide ini baru konsep, itupun masih dipikirin gimana cara ngerealisasikannya. En satu hal yang pasti. Butuh bajet yang nggak dikit. Tapi kalo berhasil, our earth will be clear from polutant! Demi hijaunya planet kita!
Well, do'ain ya pren! Biar berhasil en cepet terrealisasi!
Jadi gini neh idenya. Aku pengin ngubah sumber tenaganya dari bensin jadi hidrogen. Hampir mustahil, tapu kemungkinan ke situ tetap ada. Trus sumber hidrogennya mau aku ambil dari hasil pemisahan hidrogen n oksigen dari air. Jadi air murni gitu dicampur soda, trus dialiri listrik. Ntar timbul reaksi kimia en ngehasilin gas hidrogen. Trus gas hasil reaksi itu dipompa ke sebuah tabung lain buat nampung, en dikasih tekanan. Dari tabung tampungan itu, hidrogennya dialirin ke karburator yang udah dimodifikasi, en selesai. Trus biar nggak perlu cari pom bensin yang jual hidrogen (kayaknya nggak ada deh....), aku pengen naruh reaktor hidrogen tadi di motor. Tapi nggak semudah itu, soalnya masih banyak masalah yang perlu dipecahin, mulai dari naruh aki dengan kapasitas besar ke motor (secara buat ngoperasiin reaktor tadi butuh energi listrik cukup gede), trus buat nge-charge tuh aki butuh alternator mobil juga, jadi mikir naruh alternator mobil ke motor. Trus cara modif karburatornya juga perlu dipikirin betul-betul, secara aku make gas yang sangat mudah terbakar. En masalah teknis lainnya. Pokonya ide ini baru konsep, itupun masih dipikirin gimana cara ngerealisasikannya. En satu hal yang pasti. Butuh bajet yang nggak dikit. Tapi kalo berhasil, our earth will be clear from polutant! Demi hijaunya planet kita!
Well, do'ain ya pren! Biar berhasil en cepet terrealisasi!
salah ngomong....
Biasanya klo sholat maghrib aku pergi ke mesjid deket rumah (sayang, baru maghrib aja, yang laen blom....). Kmaren ahad itu, sperti biasa aku jalan kaki aja ke masjid. Pas di tengah jalan aku disapa ma tetanggaku. Aku nggak tau dia orang jawa bukan. Yang jelas dia nyapa aku "mas," gitu. Aku kontan njawabnya "Nggih, Pak. Monggo!" (Ya, Pak. Mari). Padahal aku nggak tau dia bisa bahasa jawa ato nggak. Maklum, saat itu aku memang lagi nggak gitu konsen ke jalan, soalnya aku lagi mikirin sebuah ide yang gila, tapi Insya Allah bakalan bermanfaat klo berhasil. Baca aja di next posting!
24 January 2009
first time eat crab...
Pengalaman pertama makan kepiting baru aja aku laluin, kemaren malem. Gini nih ceritanya...
Di tempatku kerja kalo ada anak training yang lulus validasi bakalan kena jatah nraktir makan-makan. Kemaren malem ada acara seperti itu. Temenku dari Samarinda baru aja validasi en lulus. So, akhirnya rame-rame ke salah satu warung seafood di deket kosannya dia. Di situ anak-anak disuruh mesen makanan mereka sendiri. Apapun itu! Aku sih bingung mo milih apa, en finally aku pilih kepiting, salah satu makanan yang aku belum pernah menikmatinya. Pas pesenanku dateng, aku jadi bingung juga, makkannya gimana. Soalnya aku nggak gitu tau bagian mana yang bisa dimakan, en ada dagingnya. Ya udah, aku otak atik makhluk tak bertulang itu. Wuih! Susahnya! Soalnya aku musti mecah cangkang yang keras itu, en menikmati dalemnya, kalo ada. Enak sih, tapi waktu itu aku belum tau seluk beluk dan anatomi tubuh makhluk bercangkang itu, jadi bingung. Tapi mungkin next time aku makan kepiting nggak pake' repot, soalnya udah tau, dikit...
he...he....he...
Di tempatku kerja kalo ada anak training yang lulus validasi bakalan kena jatah nraktir makan-makan. Kemaren malem ada acara seperti itu. Temenku dari Samarinda baru aja validasi en lulus. So, akhirnya rame-rame ke salah satu warung seafood di deket kosannya dia. Di situ anak-anak disuruh mesen makanan mereka sendiri. Apapun itu! Aku sih bingung mo milih apa, en finally aku pilih kepiting, salah satu makanan yang aku belum pernah menikmatinya. Pas pesenanku dateng, aku jadi bingung juga, makkannya gimana. Soalnya aku nggak gitu tau bagian mana yang bisa dimakan, en ada dagingnya. Ya udah, aku otak atik makhluk tak bertulang itu. Wuih! Susahnya! Soalnya aku musti mecah cangkang yang keras itu, en menikmati dalemnya, kalo ada. Enak sih, tapi waktu itu aku belum tau seluk beluk dan anatomi tubuh makhluk bercangkang itu, jadi bingung. Tapi mungkin next time aku makan kepiting nggak pake' repot, soalnya udah tau, dikit...
he...he....he...
warnet baru!
Posting ini adalah posting pertama yang aku kirimin lewat warnet yang baru aja buka di deket tempat aku ngontrak rumah. Lokasinya sih di sentra bisnis kota ini, jadi ya cukup strategis.
Aksesnya cepet sih, komputernya nggak lemot-lemot amat. Kalo masalah akses mungkin aku sekarang make'nya malem-malem jadi relatif lebih cepet. Nggak tau deh kalo siang-siang gitu. Tapi yang jelas, kalo aku pengen posting, aku nggak harus nunggu sampe off lagi, kapanpun asal wanet masih buka aku bisa posting ato do something else! He...he...h.e...
Aksesnya cepet sih, komputernya nggak lemot-lemot amat. Kalo masalah akses mungkin aku sekarang make'nya malem-malem jadi relatif lebih cepet. Nggak tau deh kalo siang-siang gitu. Tapi yang jelas, kalo aku pengen posting, aku nggak harus nunggu sampe off lagi, kapanpun asal wanet masih buka aku bisa posting ato do something else! He...he...h.e...
19 January 2009
About my home town
He...he...he...
Aku malah belom ngasih tau ya aku ini berasal dari mana? en latar belakangku?
Well. Aku ini salah seorang Bantulesse, original from mBantul! Suer! Klo ngak percaya liat aja KTP-ku, n klo belum puas liat akte kelahiranku. He...he...he...
Jad, Bantul-lah kota dimana aku dilahirkan. Sebuah kota kecil di bagian selatan Provinsi Yogyakarta, kurang lebih 12 kilometer dari garis pantai selatan. Kota yang masih hijau karena masih banyak pepohonan. Kota yang mempunyai penduduk rata-rata bermatapencaharian sebagai petani, tapi banyak juga profesi lain selain petani; guru, karyawan pabrik, sopir becak, pengusaha, dsb. Kota yang mempunyai slogan Projotamansari. Pokoknya bravo deh buat bantul!
seperti kota lain, Bantul juga punya makanan khas. Geplak. You know geplak? Kuliner dengan bahan inti kelapa ini rasanya muanis seperti penduduknya. punya warna yang beragam, pink, hijau muda, kuning, pokoknya warna yang cerah. Tapi aja juga yang cokelat. En setauku geplak yang paling tersohor adalah "geplak Mbok Tumpuk". Klo kamu sempat berlibur ke bantul coba deh kuliner khas itu. Tapi buat penderita diabetes dianjurkan tidak mengkonsumsinya, mengingat kadar gula di dalamnya yang cukup tinggi, terbukti dari rasanya yang sangat manis. He...he...he...
Informasi lebih lanjut, cari tau sendiri ya? Soalnya banyak banget tentang bantul yang bisa diceritain. Kalo diceritain semua nggak muat blog ini buat nampung..... he...he...he...
Aku malah belom ngasih tau ya aku ini berasal dari mana? en latar belakangku?
Well. Aku ini salah seorang Bantulesse, original from mBantul! Suer! Klo ngak percaya liat aja KTP-ku, n klo belum puas liat akte kelahiranku. He...he...he...
Jad, Bantul-lah kota dimana aku dilahirkan. Sebuah kota kecil di bagian selatan Provinsi Yogyakarta, kurang lebih 12 kilometer dari garis pantai selatan. Kota yang masih hijau karena masih banyak pepohonan. Kota yang mempunyai penduduk rata-rata bermatapencaharian sebagai petani, tapi banyak juga profesi lain selain petani; guru, karyawan pabrik, sopir becak, pengusaha, dsb. Kota yang mempunyai slogan Projotamansari. Pokoknya bravo deh buat bantul!
seperti kota lain, Bantul juga punya makanan khas. Geplak. You know geplak? Kuliner dengan bahan inti kelapa ini rasanya muanis seperti penduduknya. punya warna yang beragam, pink, hijau muda, kuning, pokoknya warna yang cerah. Tapi aja juga yang cokelat. En setauku geplak yang paling tersohor adalah "geplak Mbok Tumpuk". Klo kamu sempat berlibur ke bantul coba deh kuliner khas itu. Tapi buat penderita diabetes dianjurkan tidak mengkonsumsinya, mengingat kadar gula di dalamnya yang cukup tinggi, terbukti dari rasanya yang sangat manis. He...he...he...
Informasi lebih lanjut, cari tau sendiri ya? Soalnya banyak banget tentang bantul yang bisa diceritain. Kalo diceritain semua nggak muat blog ini buat nampung..... he...he...he...
emosi yang membawa manfaat
Wew!
Pagi tadi aku bener-bener sebel banget. Harapanku kan jauh hari sebelum aku off, pagi hari tuh penuh sinar matahari gitu, pokoknya harapannya hari benar-benar cerah. Tapi kenyataanya 180 drajat dari apa yang ku harapkan. Sejak kemaren sore sampe tadi pagi cuaca mendung, bahkan sore kemaren ujan gedhe banget, n mendungnya tersisa sampe pagi. Rencanaku mo jogging juga gagal soalnya grimis. Jadi pagi-pagi dah agak BeTe.
Jam sepuluh pagi kayaknya agak terang. Cuaca terlihat agak bersahabat. Aku pun ngucek baju sragam kerjaku yang hyper kotor (bukan super lagi). saking kotornya sulit banget ngilangin noda, entahyang lama ato yang baru, disikat, dikucek, tuh noda konsisten nempel di seragamku. Sampe pegel tanganku nyikat tuh baju, en sedikit frustasi juga rasanya. Ditambah lagi, cuaca kembali nggak bersahabat. Mendung tambah pekat, hujan pun turun. Padahal aku belom selesai nyuci. Hiiiiih!!!! Jengkel banget rasanya. Akhirnya bajuku asal aja ku cuci, walhasil nggak gitu bersih.
Belum reda emosiku, liat dapur berantakan banget, tambah jengkel. Buka rice cooker, eh! nasi tinggal dikit banget, nggak ada yang nanak lagi. Padahal aku nggak sendiri off-nya. Ada satu temenku yang off barengan sama aku. Tadi dia sempat makan tapi, entah nggak tau nasinya abis ato emang nggak mau tau, dia nggak nanak nasi. Grrrr!!!! Level kejengkelan makin tinggi! Ku makan aja tuh nasi, trus semua piring n gelas yang kotor, termasuk rice-cookernya aku cuci. Makin sebel aja aku coz seolah-olah aku off sendirian. Bis nggak ada yang mbantuin. Kalo udah emosi gitu, males aku nyuruh orang mbantuin. So, aku cuci semuanya sendirian sambil ndengerin mp4 keras-keras n ikut nyanyi sekenanya.
Abis nyuci gitu rasanya adrenalin belum terlampiaskan. Niatnya cuman mo ngerapiin dapur, tapi malah jadi sekalian ngepel lantaninya. Bis kotor banget. Siapa tau jadi reda emosiku. Pake sabun colek en kaos bekas, aku pel tuh lantai. Rasanya kurang, ku sikat pake sikat cucian. Cuek aja! aku nyikatnya keras-keras biar temenku denger en bantuin ato apalah, tapi nihil. Dia malah enak-enakan tidur! Grrrrr!tambah geram aku ngeliatnya. Tapi bukanya nglabrak dia, aku malah nyikat smakin keras. Jadinya lantai dapur bersih banget, kayak baru lagi!
Wew! Ngeliat itu aku malah jadi nyadar klo emosiku barusan ku lampiaskan buat hal yang positif. Padahal sebelumnya klo aku emosi aku bakalan diem en pasang wajah suntuk, ato lebih ekstrim lagi mbanting sesuatu (kebiasaan buruk! don't try this at home!). Finally, adrenalin ilang, emosi reda, en dapur bersih.
Hi...hi...hi....
Aneh banget.
Aku jadi inget cerita instrukturku, pas training customer relation di workshop, namanya Bu Yuyun. Beliau cerita punya temen ibu-ibu,yang punya kebiasaan nyikat kamar mandi klo sedang marah. Kayaknya tanpa sadar aku niru cerita itu deh.
Makasih banyak ya, Bu?
He...he...he...
Pagi tadi aku bener-bener sebel banget. Harapanku kan jauh hari sebelum aku off, pagi hari tuh penuh sinar matahari gitu, pokoknya harapannya hari benar-benar cerah. Tapi kenyataanya 180 drajat dari apa yang ku harapkan. Sejak kemaren sore sampe tadi pagi cuaca mendung, bahkan sore kemaren ujan gedhe banget, n mendungnya tersisa sampe pagi. Rencanaku mo jogging juga gagal soalnya grimis. Jadi pagi-pagi dah agak BeTe.
Jam sepuluh pagi kayaknya agak terang. Cuaca terlihat agak bersahabat. Aku pun ngucek baju sragam kerjaku yang hyper kotor (bukan super lagi). saking kotornya sulit banget ngilangin noda, entahyang lama ato yang baru, disikat, dikucek, tuh noda konsisten nempel di seragamku. Sampe pegel tanganku nyikat tuh baju, en sedikit frustasi juga rasanya. Ditambah lagi, cuaca kembali nggak bersahabat. Mendung tambah pekat, hujan pun turun. Padahal aku belom selesai nyuci. Hiiiiih!!!! Jengkel banget rasanya. Akhirnya bajuku asal aja ku cuci, walhasil nggak gitu bersih.
Belum reda emosiku, liat dapur berantakan banget, tambah jengkel. Buka rice cooker, eh! nasi tinggal dikit banget, nggak ada yang nanak lagi. Padahal aku nggak sendiri off-nya. Ada satu temenku yang off barengan sama aku. Tadi dia sempat makan tapi, entah nggak tau nasinya abis ato emang nggak mau tau, dia nggak nanak nasi. Grrrr!!!! Level kejengkelan makin tinggi! Ku makan aja tuh nasi, trus semua piring n gelas yang kotor, termasuk rice-cookernya aku cuci. Makin sebel aja aku coz seolah-olah aku off sendirian. Bis nggak ada yang mbantuin. Kalo udah emosi gitu, males aku nyuruh orang mbantuin. So, aku cuci semuanya sendirian sambil ndengerin mp4 keras-keras n ikut nyanyi sekenanya.
Abis nyuci gitu rasanya adrenalin belum terlampiaskan. Niatnya cuman mo ngerapiin dapur, tapi malah jadi sekalian ngepel lantaninya. Bis kotor banget. Siapa tau jadi reda emosiku. Pake sabun colek en kaos bekas, aku pel tuh lantai. Rasanya kurang, ku sikat pake sikat cucian. Cuek aja! aku nyikatnya keras-keras biar temenku denger en bantuin ato apalah, tapi nihil. Dia malah enak-enakan tidur! Grrrrr!tambah geram aku ngeliatnya. Tapi bukanya nglabrak dia, aku malah nyikat smakin keras. Jadinya lantai dapur bersih banget, kayak baru lagi!
Wew! Ngeliat itu aku malah jadi nyadar klo emosiku barusan ku lampiaskan buat hal yang positif. Padahal sebelumnya klo aku emosi aku bakalan diem en pasang wajah suntuk, ato lebih ekstrim lagi mbanting sesuatu (kebiasaan buruk! don't try this at home!). Finally, adrenalin ilang, emosi reda, en dapur bersih.
Hi...hi...hi....
Aneh banget.
Aku jadi inget cerita instrukturku, pas training customer relation di workshop, namanya Bu Yuyun. Beliau cerita punya temen ibu-ibu,yang punya kebiasaan nyikat kamar mandi klo sedang marah. Kayaknya tanpa sadar aku niru cerita itu deh.
Makasih banyak ya, Bu?
He...he...he...
13 January 2009
I miss CounterStrike...
Tau game Counter Strike kan? Game ber-genre aksi yang berisi tembak-tembakan antara polisi dg teroris. Sebenernya termasuk game yang cuku kasar sih, tapi dulu pas aku di rumah aku sering main tuh game, en sekarang di sini, di perantauan, aku dah nggak pernah lagi main Counter Strike.
Suatu sore, aku nonton TV en dapet channel swasta yang nayangin lomba Counter Strike. aku sempat nonton bentar, en jadi kangen buat main game itu. Cuman nggak ada komputer.
Trus baru kemaren aku bisa main lagi CounterStrike. Aku baru nyadar klo warnet yang biasa aku pake ngenet tuh ada CS-nya. Payah deh!
i miss u CS...
Suatu sore, aku nonton TV en dapet channel swasta yang nayangin lomba Counter Strike. aku sempat nonton bentar, en jadi kangen buat main game itu. Cuman nggak ada komputer.
Trus baru kemaren aku bisa main lagi CounterStrike. Aku baru nyadar klo warnet yang biasa aku pake ngenet tuh ada CS-nya. Payah deh!
i miss u CS...
bukunya Arham_kendari
WARNING!!!!!Posting ini bukan bermaksud mempromosikan sebuah buku, cuman mo sharing ajah! Jadi buat penulisnya, jangan Ge eR ya? salam kenal saja dariku!
Seminggu yang lalu aku iseng-iseng masuk toko buku kecil. Awalnya sih cuman mo liat aja, seberapa lengakp sih toko buku ini. Tapi klo masuk situ nggak beli apa-apa tengsin juga sih. Akhirnya aku cari buku yang kira-kira menarik, en mataku menangkap sebuah buku yang kelihatannya menarik. Hap! Aku ambil tuh buku. awalnya aku agak aneh aja, soalnya judul bukunya agak nggak klop ma ilustrasi sampulnya. Ditambah lagi ada komentar dari penulis favoritku, Boim Lebon. Aku perhatikna lagi judulnya dengan seksama dalam tempo yang agak lama. akhirnya nyadar juga klo judulnya "Jakarta Underkompor", bukan "Jakarta Undercover". Kata penulisnya sih tuh buku berawal dari blog, trus dibuat buku yang konyol banget deh isinya. Suer! Aku aja sampe ketawa-ketawa sendiri ngebacanya. Sampe-sampe temen-temenku ngira aku dah "strip" n siap di export ke RSJ.
Jadilah, dalam waktu seminggu buku itu selesai. En setelah itu aku rasanya pengen lagi mbaca tuh buku. Abis isinya konyol sih!
Yah... Harapanku sih semoga ada penulis yang mbikin buku kayak gitu lagi. Lumayan lah buat obat stres...
Seminggu yang lalu aku iseng-iseng masuk toko buku kecil. Awalnya sih cuman mo liat aja, seberapa lengakp sih toko buku ini. Tapi klo masuk situ nggak beli apa-apa tengsin juga sih. Akhirnya aku cari buku yang kira-kira menarik, en mataku menangkap sebuah buku yang kelihatannya menarik. Hap! Aku ambil tuh buku. awalnya aku agak aneh aja, soalnya judul bukunya agak nggak klop ma ilustrasi sampulnya. Ditambah lagi ada komentar dari penulis favoritku, Boim Lebon. Aku perhatikna lagi judulnya dengan seksama dalam tempo yang agak lama. akhirnya nyadar juga klo judulnya "Jakarta Underkompor", bukan "Jakarta Undercover". Kata penulisnya sih tuh buku berawal dari blog, trus dibuat buku yang konyol banget deh isinya. Suer! Aku aja sampe ketawa-ketawa sendiri ngebacanya. Sampe-sampe temen-temenku ngira aku dah "strip" n siap di export ke RSJ.
Jadilah, dalam waktu seminggu buku itu selesai. En setelah itu aku rasanya pengen lagi mbaca tuh buku. Abis isinya konyol sih!
Yah... Harapanku sih semoga ada penulis yang mbikin buku kayak gitu lagi. Lumayan lah buat obat stres...
failed...
Menyebalkan sekali...
Maunya sih bikin blogku tambah kece, eh, malah jadi ancur
Tadinya mau ngedit background-nya biar agak "hidup" gitu, biar lebih punya "Taste!". Eh... tapi malah jadi nggak karuan.
Kayaknya aku perlu belajar lebih banyak soal HTML De eS Be...
Lain kali aja deh aku coba...
Maunya sih bikin blogku tambah kece, eh, malah jadi ancur
Tadinya mau ngedit background-nya biar agak "hidup" gitu, biar lebih punya "Taste!". Eh... tapi malah jadi nggak karuan.
Kayaknya aku perlu belajar lebih banyak soal HTML De eS Be...
Lain kali aja deh aku coba...
12 January 2009
i've just realize....
Aku kan sekarang lagi training sekarang, en punya kewajiban menuhin buku skill dg cara minta assesment ke foreman ato supervisorku. En selama dua bulan ini aku baru dapet 3 ttd dari 21 skill yang wajib en kudu aku penuhin.
Temen temen yang lain dah pada dapet banyak.Uwaaaaa!!!!!! Jadi kelabakan aku. Jadinya belakangan en mungkun sampe 3 bulan ke depan aku punya misi memenuhi skill book-ku, yang masih banyak kosongnya...
Wew! Doain ya?
Temen temen yang lain dah pada dapet banyak.Uwaaaaa!!!!!! Jadi kelabakan aku. Jadinya belakangan en mungkun sampe 3 bulan ke depan aku punya misi memenuhi skill book-ku, yang masih banyak kosongnya...
Wew! Doain ya?
huaaaa...... ayam nakal.....
Tadi pagi pas aku duduk-duduk di luar, ngumpulin nyawa yang terbengkalai habis tidur, aku liat seekor induk ayam berwarna hitam lengkap dengan beberapa anaknya lagi nyari makan. Aku jadi inget kejadian pas aku masih kecil (kira-kira aku TK nol besar) yang ada hubungannya ma induk ayam.
Gini nih ceritanya:
Kebiasaan orang desa buat ngebuang sampah 'kan ngebuat lubang di tanah (jw: jugangan). En lama-lama tuh lubang bisa jadi makin dangkal en rata dengan tanah.
One day, aku yang masih TK nol besar, mo sepeda-sepedaan keliling desa (maklum, baru bisa naik sepeda jadi ke'asyikan, he...he...he...). Aku pun mulai nggenjot sepeda kecilku, dengan agak goyah karena baru aja bisa naik sepeda. Dasar apes bin sial, baru nyampe depan rumah tetanggaku, aku kehilangan keseimbangan, so aku ambruk ke kanan, pas di atas jugangan yang udah dangkal. Kebetulan di situ ada induk ayam (warnanya item seperti yang aku liat pagi tadi) yang nyari makan ma anak-anaknya yang masih kecil. Kontan para ayam itu pun kaget en lari menjauh, jadi nggak seekor pun tewas kejatuhan aku ma sepedaku. Kaki kanan ku ketindih sepedaku, jadi aku nggak bisa langsung bangun.
Pas mo berusaha bangun si induk ayam tadi berlari ke arahku dengan bulu yang di tegakkan (fighting mode on) nyerang aku. Aku pun panik, karena takut ma tuh ayam en nggak bisa lari menghindar. Huaaaa....... aku cuma bisa nangis tanpa daya.
Untungnya sesaat sebelum aku dihajar ma tu ayam, tetanggaku namanya pak Zainuddin (bukan Zainuddin MZ lho, namanya aja yang sama, orangnya asli, beda) ngusir tu ayam en nolongin aku mbangunin sepeda yang menindih kaki kananku. Beliau tertawa sambil mencoba meredakan tangisku. Aku pun di antar pulang ke rumahku.
Walhasil aku nggak jadi sepeda-sepedaan. Tapi kejadian itu nggak bikin aku kapok naik sepeda, cuman aku jadi tambah takut ma induk ayam dengan anak-anaknya yang masih kecil.
hi...hi....hi....
Gini nih ceritanya:
Kebiasaan orang desa buat ngebuang sampah 'kan ngebuat lubang di tanah (jw: jugangan). En lama-lama tuh lubang bisa jadi makin dangkal en rata dengan tanah.
One day, aku yang masih TK nol besar, mo sepeda-sepedaan keliling desa (maklum, baru bisa naik sepeda jadi ke'asyikan, he...he...he...). Aku pun mulai nggenjot sepeda kecilku, dengan agak goyah karena baru aja bisa naik sepeda. Dasar apes bin sial, baru nyampe depan rumah tetanggaku, aku kehilangan keseimbangan, so aku ambruk ke kanan, pas di atas jugangan yang udah dangkal. Kebetulan di situ ada induk ayam (warnanya item seperti yang aku liat pagi tadi) yang nyari makan ma anak-anaknya yang masih kecil. Kontan para ayam itu pun kaget en lari menjauh, jadi nggak seekor pun tewas kejatuhan aku ma sepedaku. Kaki kanan ku ketindih sepedaku, jadi aku nggak bisa langsung bangun.
Pas mo berusaha bangun si induk ayam tadi berlari ke arahku dengan bulu yang di tegakkan (fighting mode on) nyerang aku. Aku pun panik, karena takut ma tuh ayam en nggak bisa lari menghindar. Huaaaa....... aku cuma bisa nangis tanpa daya.
Untungnya sesaat sebelum aku dihajar ma tu ayam, tetanggaku namanya pak Zainuddin (bukan Zainuddin MZ lho, namanya aja yang sama, orangnya asli, beda) ngusir tu ayam en nolongin aku mbangunin sepeda yang menindih kaki kananku. Beliau tertawa sambil mencoba meredakan tangisku. Aku pun di antar pulang ke rumahku.
Walhasil aku nggak jadi sepeda-sepedaan. Tapi kejadian itu nggak bikin aku kapok naik sepeda, cuman aku jadi tambah takut ma induk ayam dengan anak-anaknya yang masih kecil.
hi...hi....hi....
salut to my friend!
ceritanya sekarang kan aku lagi di kaltim, karena tuntutan pekerjaan. Di sini aku ketemu orang orang dari berbagai etnis,en dapet temen-temen baru dari daerah lain juga, termasuk dari manado. Temen-temenku dari manado ini semuanya beragama kristen.
En yang aku kagumi dari mereka adalah setiap mereka mau makan, mereka menyempatkan diri diam sejenak dan penuh khidmat untuk membaca do'a. Sebuah kebiasaan yang kebanyakan oleh para muslim seperti aku ini jarang di lakukan.Wew! Salut deh buat mereka!
So, aku pesen buat aku khususnya en buat pembaca umumnya, terutama muslimin wal muslimat yang mbaca posting ini, mari kita lestarikan budaya berdo'a sebelum makan, secara setan tuh ada dimana-mana. Nggak ada salahnya 'kan menyempatlan diri, beberapa detik saja untuk berdo'a. At least bagi muslimin wal muslimat baca "bismillahirrahmanirrahim" kan udah bagus? apa lagi kalo baca do'a sebelum makan? ya nggak?
En yang aku kagumi dari mereka adalah setiap mereka mau makan, mereka menyempatkan diri diam sejenak dan penuh khidmat untuk membaca do'a. Sebuah kebiasaan yang kebanyakan oleh para muslim seperti aku ini jarang di lakukan.Wew! Salut deh buat mereka!
So, aku pesen buat aku khususnya en buat pembaca umumnya, terutama muslimin wal muslimat yang mbaca posting ini, mari kita lestarikan budaya berdo'a sebelum makan, secara setan tuh ada dimana-mana. Nggak ada salahnya 'kan menyempatlan diri, beberapa detik saja untuk berdo'a. At least bagi muslimin wal muslimat baca "bismillahirrahmanirrahim" kan udah bagus? apa lagi kalo baca do'a sebelum makan? ya nggak?
welcome...
assalamu'alaikum...
welcome to my brandnew blog!
aku buat baru coz yang lama aku dah lupa paswordnya en aku jarang posting......
jadi inilah blog baruku sekarang!
selamat menikmati(kayak makanan aja....)
welcome to my brandnew blog!
aku buat baru coz yang lama aku dah lupa paswordnya en aku jarang posting......
jadi inilah blog baruku sekarang!
selamat menikmati(kayak makanan aja....)
Subscribe to:
Posts (Atom)





