22 November 2012

Audit OHSAS

Ini hari ke dua Audit OHSAS sejak kemarin pembukaan. Ya, Trakindo Kuala Kencana saat ini sedang di Audit OHSAS. Semua yang berhubungan dengan K3L (Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan) menjadi fokus utama audit ini. Tidak semua cabang Trakindo di Indonesia diaudit OHSAS ini. Jadi cukup keren juga sertifikasi ini.

Audit ini resmi dibuka kemarin pukul 14.00 WIT. Auditor pertama kali memeriksa semua dokumentasi di Safety Departement. Entah bagaimana hasilnya, belum dikasih tahu.

Hari ini giliran service departement, termasuk tempat kerjaku. Sejak seminggu yang lalu bos sudah mewanti-wanti untuk mematuhi segala peraturan safety di tempat kerja. Helm kerja dipakai, kaca mata safety dipakai dg benar, sarung tangan sesuai pekerjaan, ear plug dipakai, dsb. Belum lagi kalau misalnya ditanyain auditor harus bisa jawab, area kerja mantap, dsb. Pokoknya bayangannya jadi ngeri dan persiapannya jadi ribet.


Tibalah giliran Bay 3, tempatku kerja, diaudit. Sekitar jam 13.30 WIT tim auditor datang, kebetulan aku keluar sholat jadi tidak tahu dari awal. Aku datang dari musholla tim auditor sudah di Assembly Area. Entahlah tadi sempat ke Inspect Area atau tidak. Terlihat mereka sedang membicarakan sesuatu entah apa. Bosku juga ada di sana menjelaskan sesuatu. Aku kerja saja seperti biasa, meski cukup khawatir juga nanti bakal dapat pertanyaan atau tidak. Kalaupun iya jawab apa adanya sajalah pikirku.

Pukul 14.30 WIT tim auditor sudah pergi. Kutanya bosku tadi ada temuan apa di Bay 3. Dia bilang auditor komplain soal Overhead Crane yang tidak dipasang sirine. Seharusnya saat crane berjalan sirine bunyi menandakan ada barang yang sedang diangkat. Bos sudah menjelaskan bahwa karena di ruangan tertutup, saat sirine berbunyi tingkat kebisingan menjadi terlalu tinggi makannya dimatikan. Tapi tim auditor tidak mau tahu, pokoknya harus berbunyi. Jadi mungkin solusinya pasangi alarm yang bunyinya tidak terlalu keras.

Selesai sudah sepertinya audit di tempat kerjaku. Ya ampun, cuma gitu saja, pikirku. Aku sudah membayangkan auditor itu bakalan cerewet soal hal-hal kecil dan sepele dan bakal memberi pertanyaan yang banyak ke mekanik, ternyata mereka bahkan bicara sama mekanik saja tidak. Ya sudahlah, yang penting audit sudah lewat, tidak under pressure lagi. Tinggal tunggu hasilnya bagaimana lulus atau tidak.

19 March 2012

First Experience

WOW! Hanya itu kata yang dari tadi malam menjadi kata paling favorit! Malam ini akan menjadi malam paling amazing di kehidupanku. Tepatnya pukul 01.00 WIT, 19 Maret 2012 aku resmi menjalani sebuah hubungan dan ini yang pertama selama aku 22 th hidup di dunia (ih! parah ya? Dasar nggak laku.... :P). Biarin! Karena menurutku selama ini menjomblo itu merupakan pilihanku. Coba kalo dari dulu saat aku masih sekolah aku sudah pacaran dan gonta-ganti pacar. Belum punya penghasilan sendiri aja sok-sokan ngurus anaknya orang. Kalau sekarang kan udah bisa cari duit sendiri, jadi ya kalo mau ngurus anaknya orang "terserah gue dong!". Cuman masalahnya sekarang adalah yang aku jalanin ini LD. Tau kan LD? Laskar Dumbledore! (Loh!? Salah! Long Distance yang bener). Leterlek sih, jarak jauh. Well, emang nggak bisa 100% ketemu langsung, mentok kalaupun bisa Video Call atau Voice Call. Trus andalannya SMS-an. Tapi kalo udah mau pulang, udah mau ketemu gitu bakalan asik banget penantiannya. Dan kalo udah ketemu, kata temenku yang LD juga, rasanya kayak pengantin baru gitu. Jalan kemana aja bareeeeng terus :D. Meski masalah bakal banyak terutama menyangkut masalah komunikasi dan saling percaya. Belum masalah perbedaan zona waktu. Beda 2 jam itu cukup bikin stres coy! Tapi yakin lah kami bisa menjalaninya. Memang bakalan sulit, tapi pasti bisa dijalanin!


Pagi ini aku bangun yang ada di dalam pikiranku cuman satu. WOW! Aku habis jadian! Rasanya langsung semangat banget. Seolah-olah habis kejatuhan sebuah anugerah yang tiada tara (apa sih!?). Tapi emang gitu, seneeeeng banget!!! Sampai-sampai pagi ini bela-belain connect modem trus buka blogger dan posting hal yang tidak berguna ini. Biarin aja buat orang lain ini nggak berguna, tapi bagiku ini sangat berguna sekali. Represent what inside my head. Rasanya nanti plong! Bahkan mungkin lebih plong daripada cerita ke kanan kiri nggak penting banget (Jadi intinya curcol nih? Cieeee...). Yeah, sort of lah! Oya! jadi sekarang lagu favoritku adalah Jet Lag by Simple Plan. Represent sebuah hubungan Long Distance Banget deh pokoknya! :) Udahan ah ngetiknya! Mau sarapan dulu. Dan siap-siap buat kerja! SEMANGAAATTTT!!!!!

25 December 2011

5 Laptop Terawet Versi Mas_Darz

Malam ini, tanggal 25 Desember 2011, saya dapat ide untuk menyampaikan 5 laptop terawet di dunia. Pasalnya ada seorang temanku mau beli leptop. Dia konsultasi ke saya tanya leptop yang bagus, yang awet tu merek apa. Nah, berikut saya sampaikan 5 leptop yang paling awet!

1. Laptop yang tidak pernah dipakai
Leptop ini sangat awet. Berapapun harga leptop yang anda beli, merek apapun yang anda beli, apapun prosesor yang tersemat di leptop anda, pasti sangat awet dan tidak bakal rusak jika tidak pernah dipakai. Apalagi bila disimpan di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari matahari langsung. Pengen lebih awet lagi? Simpan di dalam brangkas dan dikunci lapis lima! Pasti lebih awet dan nggak bakal hilang!

2. Laptop yang tersimpan di gudang
Leptop ini mempunyai spesifikasi: setelah diproduksi disimpan di gudang, dan belum dikeluarkan. Leptop berikut juga tidak kalah awetnya. Selama yang di luar gudang belum laku, leptop ini akan tetap aman dan awet tersimpan di dalam gudang. Meskipun sudah keluar gudang juga masih awet selama masih di toko dan belum dibeli orang. Tapi kalau begitu sudah lain ceritanya.

3. Laptop yang tidak laku
Leptop berikut ini juga tak kalah awetnya. Karena tidak laku, jadi tidak ada yang beli dan tidak dipakai juga. Tersimpan terus di toko. Pemilik toko juga pastinya menyimpan leptop ini dengan baik, jadi kemungkinan rusak juga kecil. Kelemahan leptop ini hanya bila sudah laku dan dipakai orang, maka sudah lain ceritanya.

4. Laptop yang jarang dipakai
Leptop berikut juga awet tapi tidak lebih awet dari leptop-leptop sebelumnya. Karena yang punya jarang memakainya (katakanlah cuma dipakai 1x dalam sebulan), leptop ini termasuk dalam kategori awet dan tidak mudah rusak.

5. Laptop yang dipakai dengan hati-hati
Leptop berikut juga termasuk awet karena si pemilik memakai dengan hati-hati. Leptop ini lebih berguna dari leptop-leptop sebelumnya. Tetapi tidak lebih awet dari leptop-leptop sebelumnya. Selama si pemilik masih menjaga kehati-hatiannya dalam memakai dan merawat leptop ini, dia akan tetap awet dan masih bisa digunakan dengan baik.

Itulah tadi 5 leptop yang paling awet di dunia. Terimakasih atas perhatiannya. Sampai jumpa di posting berikutnya! :-D

Note: This posting is just for laugh! Nothing serious inside! :-D

10 November 2011

Pagi-Pagi Marah-Marah......

Ha...ha...ha.... Sebenarnya aku yang dimarahin. Nggak langsung secara frontal sih, sambil lalu saja. Jadi orang itu marah-marahnya nggak puas kayaknya. Ha...ha....ha...

Jadi gini ceritanya. Hari ini aku masih belum masuk kerja. Harusnya masuk malam sih, tapi karena aku rada "ndableg" jadi malah disuruh off sama bos. Daripada pagi-pagi tidur trus ke depannya bikin badan nggak enak karena cuma malas-malasan di rumah, aku pergi sepedaan. Berdua sama teman rumah sebelah, kami berdua berangkat. Jam 05.45 berangkat tapi jalan sudah cukup ramai. Beberapa motor sudah lalu lalang mengawali hari yang cerah ini. Kebanyakan tukang ojek dan beberapa tukang sayur.

Putar-putar Timika sebentar sampai agak pelosok dikit kami memutuskan pulang. Tapi lewat jalur yang berbeda dari berangkat tadi. Sengaja sedikit mutar karena belum cukup berkeringat. Kurang lebih jam 06.30 aku sampai di sebuah perempatan yang cukup lebar sehingga jalur sebelah kiri dan kanan dipisahkan oleh trotoar. Di perempatan itu belok kiri jalan terus. Aku mau jalan lurus, jadi aku ambil di bagian tengah supaya tidak mengganggu kendaraan yang mau belok kiri. Karena baru saja merah, aku jadi berada paling depan dan berada di tengah jalan tapi sudah di sebelah kanan marka jalan yang membelah untuk kendaraan yang lurus dan yang belok kiri. Aku santai saja di situ. Beberapa motor mulai berdatangan di belakangku. Begitu lampu hijau, aku langsung jalan. Biasanya langsung berakselerasi, tapi pagi itu aku lagi pengen santai saja jadi cuma berjalan tidak terlalu cepat tapi cukup mengimbangi sepeda motor yang mulai melaju. Ada seorang tukang ojek yang tadinya di belakangku, mendahului dari kiri. Dia mendahului sambil bilang, "Sepeda itu di pinggir, go**ok!", dengan penuh emosi kayaknya.

Sadar yang dimarahi aku, aku cuma mesem dengan heran. Ngapain dia marah-marah, pikirku. Aku lurus, dia juga lurus ngapain juga musti marah-marah. Memang sih setelah dari perempatan itu aku minggir karena aku masih di tengah-tengah. Tapi aku minggir setelah dia mendahuluiku. Jadi kayaknya tidak ada alasan dia terganggu karena aku mau minggir. Bahkan orang yang di belakangku saat aku mau minggir aja tidak marah, ngapain dia marah?  Aku bukannya ikut marah tapi malah merasa geli saja sama orang itu. Mungkin dia jadi nggak bisa langsung berakselerasi cepat begitu lampu hijau menyala karena terburu-buru. Tapi ngapain juga tukang ojek terburu-buru? Apa yang diburu? Orang dia tidak mboncengin penumpang? Lagian emang bisa motornya berakselerasi cepat? Dari suaranya saja sudah ketahuan itu motor tidak mungkin bisa 0-50 km/jam dalam 10 detik. Suara mesinnya kalah sama suara katupnya! Ha....ha....ha... Tipikal motor butut di Timika deh pokoknya!

Sepanjang perjalanan aku berharap ketemu atau paling tidak lihat dia lagi. Cuma pengen melemparkan senyum heran dengan mengangkat alis sebelah biar dia tambah emosi. Ha...ha...ha..... Tapi nggak ketemu ternnyata. Di jalan, kalau kau marah, kau kalah, teman!

01 November 2011

Karyawan Freeport Naik Gaji. Setuju Atau Tidak

Sudah 3 minggu ini aku dan karyawan Trakindo yang lain tidak bekerja karena demonstran Freeport "meminta" kami untuk menunjukkan "solidaritas". Mereka tidak kerja, kami pun tidak kerja. Tujuan mereka supaya Freeport berhenti beroperasi sehingga tuntutan mereka terpenuhi. Intinya mereka meminta agar gaji mereka disetarakan dengan karyawan Freeport di luar negeri yang besarnya (kata mereka) 3x lipat gaji mereka. Jadi intinya mereka meminta agar naik gaji sebesar 3x lipat. Wow! Bayangkan! Misalnya gaji mereka saat ini sudah 10 juta berarti menjadi 30 juta per bulan! Ngeri! Dan bila itu terjadi, tidak akan berdampak langsung dengan gaji karyawan Trakindo karena secara manajemen, Trakindo dengan Freeport beda pemimpinnya, beda manajemennya. Toh meskipun naik itu terjadi karena harga barang di timika naik juga karena pasar juga akan mengetahui bahwa karyawan Freeport naik gaji dan harga barang pun di naikkan. Otomatis gaji pekerja di Timika entah Trakindo, Toyota, Suzuki, dsb bakal naik. Jadi gaji naik, harga barang juga naik. Apa bedanya!? Dampaknya tidak akan berhenti sampai di Timika saja. Karyawan dari perusahaan tambang di daerah lain pun pasti bakalan menuntut perubahan pada gaji mereka. Baru membayangkannya saja sudah pusing, apa lagi mikir solusinya.

Misalnya aku ditanya, setuju atau tidak karyawan Freeport naik gaji? Jawabanku setuju. Tapi tidak sampai sebesar itu. 300%? Efeknya bakal ngeri dari segi perekonomian. Kalo orang ekonomi bilang mungkin bakalan terjadi inflasi besar-besaran. Sekarang baru isu dan belum terrealisasi naik gajinya pun kabarnya harga barang sudah ada yang naik, terutama bumbu dan bahan makanan. Entah benar atau tidak, karena aku sendiri tidak pernah masak jadi tidak pernah belanja bahan mentah. Menurutku setiap karyawan berhak menerima kenaikan gaji, tapi berdasarkan performa kerjanya juga. Misalnya kerjanya bagus, rajin dan disiplin, harusnya gajinya naik juga. Presentase naiknya pun juga ditentukan dari performa kerja. Katakanlah yang sangat rajin dan disiplin tadi gajinya naik 20%. Kemudian ada yang agak rajin, kerjaan beres tapi lambat, naik 10%, dst.

Kemudian kalau ada yang bilang, demonstran itu kan juga membela kepentingan negara? Buktinya mereka menuntut bagian yang 1% untuk negara itu dinaikkan. Saya setuju! Sangat setuju! Tapi bukan berarti bagian yang 1% itu naik dengan cara menaikkan gaji mereka menjadi 3 kali lipat. Jadi soal gaji dan bagian 1% untuk negara itu berbeda. Soal bagian Indonesia yang 1% itu, menurutku salah pemerintah Indonesia yang dulu menandatangani kontrak pertama dengan Freeport. Saya pernah melihat di TV swasta, wawancara salah seorang mantan pejabat pemerintahan yang dulu cukup berwenang soal tanda tangan kontrak dengan Freeport. Aku lupa namanya. Beliau dipandang cukup "merepotkan" bagi Freeport karena tahan suap. Saat diwawancarai, beliau mencemooh pejabat yang pada waktu itu berhasil disuap oleh Freeport sehingga kontrak yang saat ini berjalan dapat ditandatangani. Akibatnya sekarang hanya menerima 1% dari keuntungan Freeport.

Ada salah seorang temanku, dia berpendapat bahwa lebih baik Freeport dijadikan BUMN saja. Orang Indonesia yang mengelola. Sebenarnya kita bisa mengelola Freeport. Buktinya sebagian besar karyawan Freeport itu orang Indonesia. Tidak cuma karyawan non-staff. Karyawan staff pun banyak orang Indonesia. Bila kita yang mengelola sendiri, maka keuntungan dari tambang tersebut juga untuk kita sendiri, untuk negara kita sendiri. Cuma yang jadi masalah sebenarnya adalah budaya korupsi di negara kita. Itu yang membuat keuangan negara ini menjadi kacau. Tapi saya juga setuju bila Freeport itu diubah menjadi BUMN. Menurut saya itu menjadi one stop solution untuk masalah freeport ini. Dan saya yakin orang Indonesia mampu menjalankan perusahaan tambang emas terbesar di seluruh Indonesia ini, karena Indonesia bisa!!