01 March 2010

Calm....

Alhamdulillah sudah tenang. Setelah mengalami banyak cobaan yang terlalu membebani hati dan pikiran sehingga membuat hati terasa tak tenang dan pikiran serasa penuh, akhirnya telah ketemu obatnya. Rasanya menyesal sekali tidak dari kemarin-kemarin atau bahkan dari dulu ku temukan. Dan yang lebih membuat tambah menyesal, ternyata obat ini justru sudah sedari dulu ku "konsumsi", bahkan rutin! Namun belakangan jadi jarang, sangat jarang malah ku tinggalkan. Kesannya "kucampakkan" begitu saja. Jadi apakah obat itu? Tadarus. Satu hal yang sejak 6 bulan terakhir ini ku tinggalkan. Jadi nggak rutin, bahkan nggak pernah. Pantas saja cobaan bertubi-tubi menghampiri. Bikin hati nggak enak, dada sesak.
Kemarin Jum'at tanggal 26 Februari 2010 (bertepatan dengan tanggal 12 Rabi'ul awal) aku menyadari bahwa aku mulai jauh dari Allah. Tadarus nggak pernah, Sholat nggak pernah jama'ah, paling cuman sholat dzuhur aja jama'ahnya. Itu pun kalau di workshop. Kalau di rumah, munfarid. Tahajjud blas nggak jalan lagi. Parah deh pokoknya! Mengerikan! Hari itu aku sholat jum'at di masjid Al-Kahfi, Timika. Libur waktu itu. Jum'at pagi hari itu aku sempat nelpon Ibuku. Beliau berpesan mumpung dalam momen Maulid Nabi Muhamad SAW, nanti sebelum jum'atan tadarus dulu. Akhirnya hari itu aku berangkat sholat jum'at lebih awal dari biasanya. Sampai di masjid baru ada 3 orang. Jadi aku nomor 4. Bangga juga. Setelah sholat tahiyatul masjid 2 raka'at, aku buka Al-Qur'an yang ku bawa dari rumah untuk meneruskan tadarusan terakhirku (akhir surat Ya Siin, kalau nggak salah). Pas mulai membaca ada perasaan aneh yang menyusup ke dadaku dan menjalar ke kepala dan seluruh badan. Perasaan nyaman. Damai sekali rasanya. Tubuhku sedikit bergetar dan hampir aku menumpahkan air mata penyesalan kenapa beberapa bulan terakhir ini aku menerlantarkan Al-Qur'anku. Nyesel banget...
Selesai tadarus pas adzan. Aku pun berkomitmen tiap maghrib jama'ah di masjid Al-Kahfi, kemudian tadarus sampai isya'. Target sebulan 2 kali khatam Al-Qur'an sesuai wejangan Ibu. Dan alhamdulillah sampai posting ini ku tulis, berjalan lancar komitmenku itu. Memang baru berjalan 3 hari. Semoga bisa tetap Istiqomah sampai akhir hayatku. Amiiin....

No comments:

Post a Comment