16 October 2011

Timika Seminggu Ini

Moshi moshi! Dah sekian lama nggak update Blog. Terakhir kapan ya? Kalau nggak salah bulan Mei ya? It was long time ago, right. Hari ini, Ahad, 16 Oktober 2011 libur lagi. Sudah Hampir seminggu tidak bisa masuk kerja. Seminggu ini cuma hari Senin kemarin (10 Oktober 2011) saja bisa masuk kerja. Demonstran Freeport "meminta" kita tidak masuk kerja.
Selasa, 11 Oktober 2011, bis jemputan yang biasa mengantarku kerja dicegat di depan Diana Mini Market. Semua bis karyawan dicegat dan semua penumpangnya disuruh turun. Tidak ada yang boleh kerja. Padahal kita karyawan Trakindo yang jelas jelas beda manajemen dengan Freeport. Tapi mereka tetep bersikukuh melarang kita berhenti bekerja. Katanya Trakindo itu di bawah Freeport. Enak saja! Tapi ya sudahlah! Memang begitu watak masyarakat pribumi dan lagi sakit hati. Sebulan yang lalu sebenarnya sudah mulai demo, tapi kita masih lancar masuk kerja. Tapi seminggu terakhir ini bisa dibilang situasi memanas. Gara-gara seorang masyarakat pribumi yang demonstran Freeport juga, tertembak mati pada hari Senin. Makannya hari selasa mereka sedikit kasar waktu menyuruh kita tidak masuk kerja. Kasar tapi nggak ada main pukul. Cuma membentak saja. Alhasil sejak hari Selasa sampai Jum'at kemarin tidak masuk kerja.
Awalnya merasa asyik juga nggak kerja. Tidur di rumah, main game, jalan-jalan, dsb. Tapi 2 hari nggak kerja terasa juga jenuhnya. Bingung mau ke mana. Jalan-jala cuman di situ-situ saja, di rumah juga cuman nonton TV sama main game. Pokoknya jadi terasa jenuhnya. Kupikir nganggur itu enak, ternyata baru nganggur 2 hari saja sudah jenuh. Malah stres di rumah. Sebenarnya Rabu sore 12 Oktober 2011, bos memintaku masuk kerja. Dia telfon katanya aman, bakal dijemput taksi gelap. Dia bilang sudah 2 hari ini dia pakai metode itu untuk berangkat kerja, dan aman. Katanya 3 orang yang ditunjuk termasuk aku. Tapi aku menolaknya. 70% takut, 30% males. Soalnya konsentrasi massa saat itu di gedung DPRD yang letaknya tidak jauh dari rumah kostku. Bosku bilang nggak ada paksaan jadi aku bisa menolaknya. Besoknya aku sedikit menyesal nggak menolak disuruh kerja. Teman satu kostku masuk dan aman-aman saja. Seharian itu jenuh sekali di rumah. Nggak ada kegiatan. Mau telfon bos minta masuk kerja tapi takut dikira menjilat. Ya sudahlah! seminggu ini nganggur di rumah. Pengen rasanya besok Senin masuk kerja. Tapi kabarnya korban luka tembak insiden hari Senin kemarin akhirnya meninggal tadi malam. Kabarnya termasuk masyarakat 7 Suku. Entah informasi ini benar atau tidak, tapi yang blang temanku yang juga demonstran. Jika kabar itu memang benar, besok Senin kemungkinan besar rame lagi. Dan terancam tidak masuk kerja lagi.

No comments:

Post a Comment