Kalo di lagunya bang toyib itu ada lirik yang berbunyi: "3 lebaran nggak pulang". Aku juga demikian. Bakalan 3 lebaran nggak pulang. 2 tahun kemarin nggak pulang, taun ini pun demikian. Yah, at least bedanya ama si bang Toyib, aku masih ingin dan berharap pulang. Kalau bang Toyib mungkin emang udah nggak peduli lagi jadinya jangankan 3 lebaran, mungkin lebaran-lebaran selanjutnya pun nggak mau pulang. Jadi sebenarnya kalo aku dibilang sama dengan bang Toyib, nggak juga. Cuman sebatas nggak pulang 3 lebarannya aja yang sama.
Seorang temanku bilang: "kok bisa sih kamu seperti itu? Seperti diperbudak pekerjaan". Mungkin bisa juga dibilang seperti itu. Tapi aku merasa nggak punya pilihan lain. Soalnya itu sudah menjadi pilihanku. Aku sudah memilih ya harus menanggung resikonya, karena segala hal pasti ada resikonya.
No comments:
Post a Comment