14 August 2010

Working in Power Plant

Kamis, 12 Agustus 2010, 03:40 p.m.
Aku dipanggil pak Marthen, bos sementara-ku. Beliau hanya menggantikan bos yang lagi cuti. Pak Marthen menyuruhku besoknya ke LIP, buat nge-inspect cylinder liner milik customer. Besok bakal diantar Pak Malibun ke LIP (Light Industrial Park). Waktu itu bayanganku soal LIP biasa saja seperti workshop tempatku bekerja

Jum'at, 13 Agustus 2010, 09:25 a.m.
Pak Malibun memanggilku untuk siap-siap ke LIP. Kami menyiapkan alat ukur yang akan ku gunakan. Persiapan alat ukur jadi lama karena alat ukur yang ku punya tidak cukup teliti untuk spesifikasi liner yang diukur. Aku harus cari keliling kesana kemari. Pak Malibun kemudian menghubungi customer dan memberi tahu soal itu. Customer pun bilang nggak masalah pakai alat ukurku. Akhirnya ku pakai juga alat ukurku sendiri meskipun ketelitiannya kurang.

Jum'at, 13 Agustus 2010, 10:00 a.m
Aku dan Pak Malibun berangkat ke LIP naik mobil perusahaan. Pikiranku terus membayangkan seperti apa LIP itu karena baru kali ini aku ke sana. Jarang pula ada mekanik yang ke sana.
Mobil memasuki gerbang LIP. Tampak sebuah bangunan besar menyerupai gudang. Begitu pintu mobil ku buka, langsung terdengar suara mesin yang bising berasal dari dalam bangunan itu. Dari luar sudah terdengar sangat bising. Langsung kukenakan ear-plug yang selalu kubawa.
Bangunan itu ternyata sebuah power plant yang bertugas menyuplai listrik di Mile 38, seluruh Kuala Kencana, dan bandara Moses Kilangin. Sebuah power plant dengan 4 unit generator-set diesel sebesar minibus, masing-masing berupa Caterpillar 3616 engine. 3 engine aktif dan 1 untuk back-up.
Kebisingan di dalam power plant sangat tinggi. Menyamai kebisingan pesawat yang sedang take-off. Sempat ku coba melepas sedikit sebelah ear-plug. Baru terlepas sedikit langsung ku pakai lagi karena suaranya sangat bising.
16 cylinder liner 3616 engine menunggu untuk di-inspect. Biasanya aku bekerja di workshop yang tidak terlalu bising, tapi kali ini harus bekerja bersama 3 unit engine raksasa yang bising luar biasa.
16 cylinder liner selesai dalam waktu satu jam. Satu jam di dalam power plant dengan ear-plug terpasang rapat di telinga, ku kira bakal baik-baik saja. Tapi ternyata tidak. Begitu keluar power plant dan kembali ke workshop, pendengaranku menjadi berkurang, meski hanya sementara. Wuih! Benar-benar pengalaman menyenangkan!

No comments:

Post a Comment