Note: Judul di atas cuman hiperbolik saja. Tidak ada unsur mistik dan sesuatu yang kejan dan menyeramkan di dalamnya.
“Barang siapa yang pernah datang dan meminum air dari Kalimantan, maka dia akan merasa ingin kembali ke Kalimantan”
Begitulah menurut pendatang yang tinggal di sana. Awalnya aku tidak percaya dan yakin tidak akan merasa ingin kembali ke Kalimantan setelah meninggalkannya.
Ternyata aku salah. Dan pernyataan itu benar. Setelah tinggal di Timika, Papua Tengah selama 2 minggu terakhir, aku merasa ingin kembali saja ke Kalimantan. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Di antaranya masjid jarang di sini, pendatang dari Jawa juga relatif lebih sedikit. Kalau yang berhubungan dengan pekerjaan, cara kerja mekanik sini dengan yang di Sangatta berbeda, jauh berbeda. Masih banyak lagi sebenarnya sebab lain. Yang jelas sepotong hatiku telah tertinggal di Sangatta (Set dah! Jadi melow dah!). Aku sudah merasa “in home” di sana.
Ah! Mungkin itu karena aku belum begitu terbiasa saja di sini jadi belum merasa “in home” di sini. Tinggal tunggu tanggal mainnya saja aku merasa “in home” di sini.
But the curse of borneo is real!
No comments:
Post a Comment