Well, sekarang aku berada di zona waktu Gmt + 9, atau WIT. Jadi dibanding sama kampung halamanku, Bantul, tempatku sekarang 2 jam lebih awal. Kalau tempatku jam 7 pagi, Bantul baru jam 5 pagi. Alhasil kalau di Bantul adzan maghrib, tempatku sudah jam 8 malam. Kalau aku lagi nonton TV terus tiba-tiba ada adzan jadi terasa aneh. Aku sudah sholat 'isya, Bantul baru maghrib. Seperti melihat masa lalu saja. Menurutku rasa aneh ini tidak akan hilang seperti pengalaman pada waktu aku di Sangatta. Selama 10 bulan di sana rasa aneh itu tidak hilang juga. Mungkin di sini juga begitu.
Yang paling menjengkelkan kalau mau menyesuaikan waktu dengan orang rumah jadi sulit. Misalnya saja kalau aku mau nelepon orang rumah. Biasanya kalau jam nelepon antara jam 8-9 WIB, alias jam 10-11 WIT. Jadinya terlalu malam buatku karena aku harus tidur jam 9. Mentok jam 10, biar paginya bisa bangun awal. Memang merepotkan tapi merupakan tantangan tersendiri bagi perantau seperti aku saat ini.
B-)
No comments:
Post a Comment